Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya



Malang Raya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Lowokwaru Berhasil Driringkus Polses Dampit
Selasa, 14-01-2020 | 17:10 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com  Dua pengedar Narkoba jenis sabu diamankan Satreskrim Polsek Dampit saat mengantongi sabu disaku celana, keduanya sudah 1 tahun bermain barang haram ini, dan selalu mencari keuntungan setiap berjualan kisaran 150 hingga 200 ribu pergramnya.
Pengedar mendapatkan barang dari seseorang yang ada di Lapas Lowokwaru, dengan harga Rp 1 juta pergramnya, dan dijual kembali seharga Rp 1,2 juta kepada temannya.

Adalah Bachron Chrisantono (37) dan Bejo Parmanto (19) keduanya warga desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut IPDA Imam Arifin, Kanit Reskrim Polsek Dampit, keduanya terjerat kasus peredaran Narkoba yang sudah 1 tahun menjadi bisnis haram mereka, dengan mengambilbarang dari seseorang berinisial DD yang berada didalam Lapas Lowokwaru, Kota Malang.

Dalam setiap bertransaksi, Bejo selalu memesan melalui pesan singkat WA, yang kemudian setelah ditransfer akan mendapatkan kiriman sabu yang ditaruh disuatu tempat atau sistem ranjau.

Bejo juga menjual kepada Bachron untuk 2 gram sabu diberikan harga Rp 2, 4 juta atau per gramnya diberikan harga Rp 1,2 juta yang kemudian dipaket menjadi paket hemat dan dijual kepada teman-temannya seharga Rp 200 ribu.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diganjar dengan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman  minimal 5 tahun penjara. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Polisi Grebek Pengedar Sabu di Rumahnya
22-01-2020 | 17:52 wib

Peristiwa
Hendak Jual Sabu ke Pelanggan, SofyanTukang Las Diamankan Po...selanjutnya
21-01-2020 | 15:00 wib

Peristiwa
Edarkan Sabu, Pasutri Diringkus Polisi
18-01-2020 | 15:00 wib

Peristiwa
Penangkapan Pengedar Sabu Diwarnai Isak Tangis
18-01-2020 | 13:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062