Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Begini Penerapan Protokal Pencegahan Covid-19 Ala Panti Asuhan Asy Syarifah Putri
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana
Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan



Sorot
Jalan Sepanjang 15 Kilometer Rusak Parah Akibat Tanah Gerak dan Musim Hujan
Selasa, 21-01-2020 | 15:30 wib
Reporter : Samsul Alim
Jalan sepanjang lebih dari 15 kilometer tampak dipenuhi lubang yang menganga serta dipenuhi kubangan air. Foto: Samsil Ali
Bojonegoro pojokpitu.com   Dampak curah hujan tinggi mengakibatkan belasan kilometer jalan di Kabupaten Bojonegoro, rusak. Selain bergelombang, beberapa titik jalan penghubung antar kecamatan, dipenuhi lubang jalan yang menganga cukup besar penuh air, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Rusaknya jalan ini sudah terjadi sejak setahun lalu, dan makin parah selama musim hujan ini karena munculnya genangan air dan kontur tanah gerak.

Salah satunya terpantau di ruas jalan penghubung antar kecamatan, tepatnya di sepanjang Desa Kepohwates, Kecamatan Kepohbaru, Desa Wotan Dan Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo, hingga menuju Kecamatan  Kedungadem, Bojonegoro.

Jalan sepanjang lebih dari 15 kilometer tampak dipenuhi lubang yang menganga serta dipenuhi kubangan air. Kondisi ini, cukup mengganggu aktifitas warga.

Salah satu warga, Kayan, mengeluh, sebab, jalur ini merupakan akses utama bagi sebagian besar warga yang tinggal di wilayah timur Bojonegoro, untuk menuju ke kota pusat kota maupun ke sejumlah kecamatan lain di Bojonegoro.

"Jalan rusak ini sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Sementara, proses perbaikan yang sempat dilakukan Agustus lalu justru tidak rampung dan gagal, sehingga tingkat kerusakan makin bertambah parah," kata Kayan.

Warga atau para pengguna jalan yang melintas, harus ekstra waspada dan berhati-hati. Sebab, jalan berlubang cukup merata dengan diameter ukuran bervariasi, antara lebar satu meter hingga tiga meter, serta kedalaman lubang rata-rata mencapai 25 centimeter dan itupun tidak terlihat karena tertutup air.

"Selain membahayakan keselamatan dan membuat warga rawan jatuh. Rusaknya jalan ini juga membuat aktifitas perekonomian warga, menjadi terhambat," tutur Kayan.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro, mencatat, jalan rusak di bojonegoro mencapai kisaran 600 kilometer.

Dimana 126 kilometer diantaranya telah mendapat perbaikan tahun 2019 lalu. Selain kontur tanah Bojonegoro yang gerak, jalan rusak juga diperparah genangan air selama musim penghujan.

Sebagian besar jalan yang rusak merupakan penghubung antar kecamatan serta poros desa, perbaikan jalan akan dilanjutkan tahun ini dan ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062