Xiaomi Siapkan Kejutan Ponsel Unik
Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto



Metropolis
Catut Nama Jokowi dan Kaesang, Penjual Hp Probolinggo Ditangkap
Selasa, 21-01-2020 | 19:25 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com  Tak menyangka idenya untuk melariskan handphone dagangannya dengan mencatut nama Presiden RI Joko Widodo, dan putranya, Kaesang Pangarep, justru membuat penjual hand phone asal Probolinggo ini terpaksa berurusan dengan hukum. Meski berhasil menjual enam ponsel dengan promosi harga murah ini, namun akun palsu yang dibuat tersangka dengan nama putri ini justru menyeretnya ke dalam sel tahanan Polda Jatim.
Mohammad Mirza, penjual handphone asal Probolinggo ini harus meringkuk di sel tahanan Ditreskrimsus Polda Jatim. Pria 20 tahun ini ditangkap Unit 3 Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim dan dijadikan tersangka dalam kasus penipuan melalui media sosial.
 
Tersangka ditangkap karena menjual handphone dengan mencatut nama Presiden RI, Joko Widodo dan putranya, Kaesang Pangarep. Idenya untuk melariskan handphone dagangannya ini justru membuatnya berurusan dengan penegak hukum.
 
"Meski tersangka mengaku sebagai anggota keluarga Jokowi dan menjual handphone secara resmi, namun cara yang dilakukannya justru menjadi masalah. Tersangka mengaku telah melariskan dagangannya sebanyak enam handphone selama setahun terakhir, melalui akun twitter dan whatsapp," kata Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kabidhumas Polda Jatim.
 
Sadar dengan ulahnya, tersangka akhirnya meminta maaf terhadap Jokowi, Kaesang dan sejumlah nama publik figur yang dicatutnya untuk melariskan handphone dagangannya.
 
Akibat ulahnya, tersangka dijerat pasal 35 juncto pasal 51 ayat satu, Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara.(end)



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062