Peristiwa
Jatah Pupuk Bersubsidi Dikurangi, Petani Menjerit
Selasa, 21-01-2020 | 20:09 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com  Petani di Kota Madiun saat ini dilanda keresahan. Sebab, jumlah alokasi pupuk bersubsidi tahun ini dikurangi. Pengurangan tersebut sudah terjadi sejak Desember 2019 lalu.
Pengurangan tersebut tidak tanggung-tanggung hampir 50 persen. Hal itu dirasakan oleh petani di 3 kecamatan di Kota Madiun yakni Kartoharjo, Manguharjo serta Taman.

Jika biasanya sekali tanam membutuhkan 9 karung pupuk untuk setiap hektarenya, kini petani hanya mendapat jatah 7 karung pupuk.
Sudarminto, petani Tawangrejo mengatakan, jika kondisi itu terus berlanjut, dikhawatirkan dapat mempengaruhi hasil panen. "Karenanya kami petani berharap pemerintah tidak melakukan pembatasan pembelian pupuk bersubsidi," ucapnya.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Madiun, Heri Irawan menjelaskan, semua jenis pupuk Minggu kemarin telah digelontorkan, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan.

"Karena itu saya meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta & KP) Kota Madiun, mengajukan penambahan alokasi pupuk subsidi ke pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Heri Irawan.

KTNA akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk mencarikan solusi guna memenuhi kebutuhan alokasi pupuk petani. Untuk itu petani diminta untuk memaksimalkan pupuk yang sudah tersedia. (yos)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal
13-02-2020 | 01:12 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
11-02-2020 | 21:16 wib

Peristiwa
Komisi B DPRD Jatim Meminta Kementerian Meninjau Ulang Pemba...selanjutnya
06-02-2020 | 23:05 wib

Peristiwa
Pupuk Langkah, Petani Tambak Terancam Gagal Panen
02-02-2020 | 03:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062