Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia



Sorot
Baru Dibangun 2 Bulan, Jalan di Nganjuk Sudah Rusak
Rabu, 22-01-2020 | 12:07 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com  Kwalitas pekerjaan proyek yang buruk masih terus terjadi di Kabupaten Nganjuk. Diantaranya proyek pekerjaan jalan dan drainase yang tidak sesuai spek, dan diduga sengaja dikurangi item pekerjaannya. Akibatnya jalan belum satu tahun dibangun sudah rusak.
Kwalitas pekerjaan proyek yang buruk itu membuat geram anggota DPRD dari komisi C saat sidak. Diantaranya proyek drainase sepaket dengan perbaikan jalan di Jalur Baron menuju Gareman dengan anggaran dana APBD sebesar 1 miliar lebih. Proyek itu dikerjakan oleh CV sinar jaya asal Nganjuk. Dalam sidak kali itu, DPRD menemukan drainase yang dipasang tidak dilengkapi dengan penutup, sehingga dibiarkan terbuka.

Sementara proyek yang dibangun asal-asalan juga ditemukan pada proyek pekerjaan jalan poros di Desa Sawahan menuju Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong.

Jalan yang baru dibangun tahun 2019, baru seminggu diserahkan ke pemerintah oleh CV Anugrah Multi Kreasi selaku kontraktor asal Nganjuk. Namun jalan sudah rusak dan hancur, dengan 4 titik kerusakan di sepanjang jalan.

Fauzi Irwana Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk menilai, ada kesengajaan dari kontraktor nakal untuk mengurangi spek. Yaitu mengurangi volume ketebalan aspal sehingga aspal terlalu tipis dan gampang rusak.

Serta dari kedua proyek baik dari CV Sinar Jaya serta CV Anugrah Multi Kreasi tidak memasang papan nama proyek sehingga dicurigai adanya kejanggalan dalam pekerjaannya.

"Kami meminta agar para kontraktor bisa bekerja dengan baik, sesuai dengan spesifikasi yang ada," kata Fauzi Irwana. (pul)


Berita Terkait

Sorot
Pelengsangan Jalan Raya Poros Desa Ranuyoso Ambrol
25-03-2020 | 14:18 wib

Peristiwa
Warga Sukarela Tambal Jalan Pantura Berlubang
14-03-2020 | 00:05 wib

Peristiwa
Jalan Penghubung Antar Kecamatan Rusak Parah, Hambat Aktifit...selanjutnya
06-03-2020 | 22:10 wib

Metropolis
Kesal Dengan Jalan Berlubang, Warga Tanami Pohon Pisang
02-03-2020 | 16:06 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062