Metropolis
Sindikat Pemalsu Dokumen Negara Omset Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi
Kamis, 23-01-2020 | 19:23 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com  Sindikat pemalsu dokumen negara dibekuk jajaran unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1) siang. Selain mengamankan 3 tersangka, polisi juga menyita barang bukti lembaran dokumen negara seperti, SIM, KTP, STNK, Akta kelahiran, hingga Kartu Keluarga yang seluruhnya palsu. Dari hasil penyidikan, komplotan ini biasa mematok harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta untuk membuat satu dokumen negara yang diinginkan.
Sindikat pemalsu dokumen negara berhasil diamankan anggota unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis siang. Mereka adalah Ache Angkasa alias Aceng (36), warga asal Jombang Jawa Timur, Alikhun (70), warga asal Banjarbendo Sidoarjo, dan Maruf (50) warga Sukodono Sidoarjo.

Saat menjalankan aksinya ini, 3 pelaku membagi tugas, Ache Angkasa alias Aceng bersama Alikhun bertugas sebagai calo atau pencari konsumen. Sementara Maruf berperan sebagai desainer sekaligus pencetak dokumen negara sesuai dengan pesanan yang diinginkan.

Dari pengungkapan ini, polisi juga menyita barang bukti lembaran dokumen negara seperti, SIM, KTP, STNK, Akta kelahiran, Akte cerai, kartu keluarga, hingga NPWP, yang seluruhnya palsu.

Tak tanggung-tanggung untuk satu dokumen negara yang dipalsu, sindikat ini mematok harga Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta, dengan perincian, dua calo yakni Aceng dan Alikhun menjual kepada konsumen Rp 1 juta, sementara bagian yang diberikan kepada Maruf sekitar Rp 400 ribu. Sementara untuk omzet pendapatan sindikat ini, bisa mencapai jutaan rupiah per minggu.
 
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki Wicaksana menegaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, yang menemukan indikasi adanya SIM palsu saat melakukan operasi cipta kondisi.

Setelah dikembangkan, pihaknya mengamankan 3 tersangka berikut barang bukti sejumlah dokumen negara, yang disimpan dalam bentuk flashdisk dan siap di print. Agar tak terlihat palsu, para pelaku sengaja menggunakan blanko dokumen negara yang sudah habis masa berlakunya.
 
Sementara itu, kepada polisi tersangka Maruf mengaku, dirinya hanya belajar secara otodidak dari youtube dan bisa membuat dokumen negara apa saja seperti yang diinginkan para konsumen. Ia juga nekat menggeluti bisnis ilegal ini selama setahun terakhir, lantaran mendapat musibah anaknya kecelakaan dan butuh banyak uang untuk biaya pengobatan.

Akibat perbuatannya, 3 tersangka dijerat dengan pasal penipuan dan pemalsuan dokumen, seperti yang diatur dalam Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Sindikat Pemalsuan Dokumen Kendaraan Antar Kota Berhasil Dit...selanjutnya
01-07-2019 | 17:00 wib

Peristiwa
Dua Ibu Rumah Tangga Pemalsu Dokumen Negara Antar Kabupaten ...selanjutnya
25-09-2017 | 23:24 wib

Peristiwa
Pemalsu Dokumen untuk Pengajuan KPR, Ditangkap Polresta Sido...selanjutnya
20-06-2017 | 19:57 wib

Peristiwa
Pemalsu Dokumen Negara Ditangkap Polisi, Spesialis KTP, STN...selanjutnya
15-12-2016 | 16:03 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062