Metropolis
Lapindo Brantas Masih Menyisakan Ganti Rugi yang Belum Terbayar Rp 37 Milyar
Jum'at, 24-01-2020 | 14:40 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com  Puluhan warga korban lumpur lapindo di Peta Areal Terdampak, Jumat (24/1) siang mempertayakan nasibnya kepada pemerintah melalui media, bahwa sudah 14 tahun ganti rugi mereka tidak dilunasi oleh PT. Minarak Lapindo Jaya.
Padahal bulan April 2019, PT Minarak Lapindo Jaya sudah tidak mampu lagi membayar sisa ganti rugi warga korban lumpur kepada menteri keuangan.

Untuk itu, warga memintak kepada pemerintah segera mengambil alih tanggung jawab lapindo kepada warga di Peta Areal Terdampak.

Perwakilan warga korban lumpur lapindo yang belum lunas ganti ruginya bergabung dalam FKKLS (forum komunikasi korban lumpur sidoarjo), yang tersebar Kecamatan Tanggulangin dan Porong, meminta kepada pemerintah untuk segera mengambil alih tanggung jawab lapindo kepada warga korban lumpur yang belum lunas ganti ruginya.
 
Lukman Hakim, salah satu korban lumpur warga desa Renokenongo Kecamatan Porong Sidoarjo mengatakan, dirinya memiliki 3 berkas yang sudah terverifikasi oleh PT.minarak lapindo jaya.

"Ganti rugi 20 persen sudah dibayar oleh PT. Minarak Lapindo Jaya. Namun sisa ganti rugi 80 persen macet mulai tahun 2009 hingga sekarang ini," kata Lukman Hakim.
 
Ketua FKKLS, Basuni, mengatakan, sebanyak 121 berkas korban lumpur lapindo yang masuk peta areal terdampak yang tergabung dalam FKKLS belum lunas ganti ruginya, sudah melakukan upaya menemui pejabat ditingkat Bupati, Gubernur, menteri PU dan Jawa terakhir dari menteri keuangan, bahwa lapindo sudah tidak mampu membayar sisa ganti rugi warga yang ada di peta areal terdampak.
 
Atas jawaban tersebut, warga meminta kepada pemerintah untuk mengambil alih tanggung jawab lapindo, karena warga yang ada di dalam peta areal terdampak maupun luar peta terdampak sama-sama korban lumpur.
 
Akhirnya pemerintah melalui pusat penanggulangan lumpur Sidoarjo (PPLS) meminta warga yang belum mendapatkan ganti rugi untuk menyerahkan berkasnya untuk diverifikasi ulang, dari 121 berkas, 17 berkas sudah lolos versifikasi dan sisanya masih proses.

Warga mendesak kepada menteri keuangan segera mencairkan ganti rugi warga korban lumpur. (yos)


Berita Terkait

Metropolis
Lapindo Brantas Masih Menyisakan Ganti Rugi yang Belum Terba...selanjutnya
24-01-2020 | 14:40 wib

Metropolis
Tolak Pengeboran Lapindo, Mahasiswa Bentrok Dengan Aparat
10-12-2019 | 12:06 wib

Metropolis
Korban Lumpur Sidoarjo Tagih Janji Ganti Rugi Yang Belum Ter...selanjutnya
17-12-2018 | 15:02 wib

Metropolis
Warga Korban Lumpur Geger Masalah Wakaf Masjid
14-12-2018 | 14:41 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062