Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia
Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng
Akibat Wabah Covid-19, Pilkada 2020 di Kabupaten Sumenep Terpaksa Ditunda
DPRD Beri Bantuan APD Untuk Tenaga Medis RSUD dr Soeroto
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai Terbakar
Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan



Teknologi
Pejabat PBB Diharamkan Pakai WhatsApp
Senin, 27-01-2020 | 09:24 wib
Reporter :
pojokpitu.com Para pejabat PBB dilarang berkomunikasi menggunakan WhatsApp, karena dianggap tidak aman. Arahan yang dikeluarkan pada Juni 2019 itu, kata juru bicara PBB, setelah para ahli di PBB menuduh Arab Saudi menggunakan WhatsApp untuk meretas ponsel bos Amazon dan Washington Post, Jeff Bezos.
Pakar independen PBB mengatakan, Rabu, mereka punya informasi yang merujuk pada "kemungkinan keterlibatan" Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dalam serangan siber 2018 yang menimpa bos Amazon, lansir Reuters.

Mereka segera meminta penyelidikan dari AS dan otoritas lain, berdasarkan laporan forensik FTI Consulting yang berbasis di Washington.
Laporan itu berisi tuduhan bahwa iPhone Bezos diretas dari file video yang dikirim lewat akun WhatsApp yang dipakai putra mahkota Arab Saudi.

Terkait arahan di lingkungan PBB itu, WhatsApp mengatakan, mereka menyediakan keamanan untuk lebih dari 1,5 miliar pengguna.

"Setiap pesan pribadi dilindungi enkripsi end-to-end untuk mencegah WhatsApp atau pihak lain melihat isi pembicaraan. Teknologi enkripsi yang kami kembangkan dengan Signal dinilai sangat aman oleh pakar keamanan dan jadi yang terbaik untuk orang di dunia," kata Direktur Komunikasi WhatsApp Carl Woog.

Untuk alasan itu, setiap larangan terhadap WhatsApp, mungkin membuat pakar keamanan digital kebingungan.

WhatsApp "menangani keamanan dengan sangat serius dibandingkan dengan yang lain," kata peneliti Oded Vanunu, yang perusahaannya Checkpoint, secara berkala menemukan kelemahan dalam aplikasi pengiriman pesan. (ant/mg8/jpnn/end)


Berita Terkait

Teknologi
Pejabat PBB Diharamkan Pakai WhatsApp
27-01-2020 | 09:24 wib

Teknologi
Fitur Dark Mode di WhatsApp Segera Digulirkan
30-12-2019 | 02:17 wib

Teknologi
Pembaruan WhatsApp Tidak Bisa Lagi Simpan Foto Profil Orang ...selanjutnya
03-06-2019 | 07:30 wib

Teknologi
WhatsApp Bakal Persulit Proses Screenshot
21-04-2019 | 05:30 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062