KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan



Peristiwa
Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara
Kamis, 30-01-2020 | 14:30 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Atas vonis 5 bulan penjara ini, Syamsul Arifin langsung bebas dari Rutan Medaeng. Foto Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Syamsul Arifin, PNS Satpol PP di Kecamatan Tambaksari yang mengucapkan kata SARA di asrama mahasiswa Papua, divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/1) siang.
Dalam Amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamoni menyatakan terdakwa Syamsul Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan berkata SARA di depan asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan, pada 18 Agustus 2019.

Perbuatan PNS Satpol PP Kecamatan Tambaksari ini jelas melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Perbuatan terdakwa juga telah melukai hati masyarakat Papua khususnya yang tinggal di Surabaya. "Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 5 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kata Yohanes Hehamoni dalam amar putusan.

Atas vonis 5 bulan membuat Syamsul Arifin larut dalam tangis gembira. Syamsul langsung menyatakan menerima, sementara jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Pantas Syamsul Arifin gembira, disebabkan sudah menjalani penahanan sejak 30 Agustus 2019 di tahanan Polda Jatim. Serta dilanjutkan di rutan kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Artinya Syamsul Arifin langsung bebas dan akan kembali berdinas sebagai PNS di Kecamatan Tambaksari.

Dengan selesainya persidangan Syamsul Arifin ini, maka tinggal dua terdakwa, yakni Tri Susanti alias Mak Susi dan Andria Andriansyah, yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Saat ini Mak Susi yang didakwa menyebarkan berita hoaks, dalam tahap agenda pembelaan usai dituntut 12 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Andria Andriansyah, youtuber yang mengunggah video kerusuhan Papua, menunggu agenda vonis majelis hakim. (pul)


Berita Terkait

Malang Raya
Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan, Mahasiswa Asal Papua De...selanjutnya
15-06-2020 | 14:10 wib

Peristiwa
Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penj...selanjutnya
30-01-2020 | 14:30 wib

Peristiwa
Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
24-01-2020 | 02:08 wib

Peristiwa
Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon
23-01-2020 | 23:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062