Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia
Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng
Akibat Wabah Covid-19, Pilkada 2020 di Kabupaten Sumenep Terpaksa Ditunda
DPRD Beri Bantuan APD Untuk Tenaga Medis RSUD dr Soeroto
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai Terbakar



Peristiwa
Pupuk Langkah, Petani Tambak Terancam Gagal Panen
Minggu, 02-02-2020 | 03:09 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
Lamongan pojokpitu.com  Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi pupuk membuat banyak para petambak kelimpungan. Bahkan sudah hampir sejak 2 minggu terakhir ini stok pupuk di kios-kios menghilang.
Hampir 2 minggu terakhir ini, para petani tambak di beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan, merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Khususnya pupuk jenis urea. Akibatnya tak jarang para petani pun membiarkan lahan tambaknya tidak diberi pupuk.

Kelangkaan pupuk seperti di Kecamatan Turi, cukup dirasakan para petani ikan. Karena jarang pemilik kios menjual pupuknya, meskipun pupuk tersebut tersedia. Terkait adakelangkaan pupuk jenis urea, terpaksa para petambak menggunakan pupuk herbal yang di campur dengan garam. Terkait hasil panennya nanti seperti apa belum bisa diketahui.

Marsilam salah satu petani tambak di Kecamatan Turimengatakan, sudah hampir 2 minggu kesulitan mendapatkan pupuk. Apalagi ada kabar terkait dengan dicabutnya subsidi pupuk untuk petani tambak. Hal itu sangat memberatkan para petani tambak.

Diduga kelangkaan pupuk dikarenakan peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 tahun 2020 tentang alokasi pupuk bersubsidi dan harga eceran tertinggi.Disitu petani tambak dan ikan tidak termasuk mendapatkan subsidi.

Sedangkan untuk alokasi pupuk di Kabupaten Lamongan sendiri, pada tahun ini dari 67 ribu ton, dikurangi menjadi 34 ribu ton. Jadi hampir 60 persen alokasi pupuk untuk Kabupaten Lamongan dikurangi. Maka sangat wajar terjadikelangkaan pupuk, khususnya di daerah pertambakan di Kabupaten Lamongan. (pul)







Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Diprediksi Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Sampai 3 Bulan Mendat...selanjutnya
22-02-2020 | 00:19 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal
13-02-2020 | 01:12 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
11-02-2020 | 21:16 wib

Peristiwa
Komisi B DPRD Jatim Meminta Kementerian Meninjau Ulang Pemba...selanjutnya
06-02-2020 | 23:05 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062