Perda Covid Juga Pergub Sudah Dikirim Ke Mendagri, Hasil Belum Keluar
Usaha Jahitan Banjir Order Masker Merah Putih
Warga Surabaya Ciptakan Aplikasi Nabung Tanah Sistem Patungan
Putra Sulung Risma Siap Maju Jika Diusung PDIP
Bawaslu Surabaya Kabulkan Permohonan Bapaslon Perseorangan Yasin-Gunawan
KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang



Peristiwa
Tujuh WNI dari Hubei Tidak Bisa Kembali ke Indonesia
Minggu, 02-02-2020 | 17:17 wib
Reporter :
Foto Istimewa
Jakarta pojokpitu.com  Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengungkapkan ada tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang tidak bisa pulang ke Tanah Air. Dengan begitu, dari total 245 WNI yang rencana dipulangkan, kini 238 orang yang berhasil diangkut ke Indonesia.
"Dari 245 orang disampaikan Menkes bahwa empat WNI tidak bersedia pulang, tiga WNI tidak lolos screening oleh Pemerintah Tiongkok," kata Fadjroel dalam keterangan yang diterima, Minggu (2/2).

Fadjroel mengatakan, pesawat evakuasi itu kini sudah tiba di Indonesia. Para WNI akan menjalani proses karantina di Natuna.

"Setelah tiba di tanah air, sesuai pernyataan Menlu, Menkes, Panglima TNI, maka 238 WNI tersebut akan menjalani transit observasi di pangkalan militer TNI di Natuna yang memiliki fasilitas lengkap rumah sakit yang dikelola tim dokter dari tiga matra yaitu AD, AU, AL," kata dia.

Lebih lanjut, kata Fadjroel, semua WNI yang dijemput dalam evakuasi kemanusiaan ini dinyatakan sehat melalui prosedur kesehatan sesuai standar World Health Organization.

Pemerintah menjalankan semua proses evakuasi kemanusiaan dan transit observasi ini berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2019 di bawah koordinasi dua menteri yakni, Menko Polhukam dan Menko PMK.

"Sekali lagi, marilah kita bergotong royong, bahu-membahu menghadapi dan melewati masa-masa sulit ini demi nilai perikemanusiaan yang melekat dalam diri kita semua. Selamat kembali ke tanah air tercinta, Indonesia," jelas dia. (tan/jpnn/pul)




Berita Terkait

Kesehatan
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
12-08-2020 | 14:01 wib

Covid-19
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
12-08-2020 | 12:16 wib

Metropolis
Akhirnya Gresik Masuk Zona Oranye Covid-19
08-08-2020 | 13:11 wib

Metropolis
Keluarga Suspek Covid 19 Gagal Jemput Paksa Jenazah
07-08-2020 | 12:53 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062