Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal



Peristiwa
Tujuh WNI dari Hubei Tidak Bisa Kembali ke Indonesia
Minggu, 02-02-2020 | 17:17 wib
Reporter :
Foto Istimewa
Jakarta pojokpitu.com  Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengungkapkan ada tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang tidak bisa pulang ke Tanah Air. Dengan begitu, dari total 245 WNI yang rencana dipulangkan, kini 238 orang yang berhasil diangkut ke Indonesia.
"Dari 245 orang disampaikan Menkes bahwa empat WNI tidak bersedia pulang, tiga WNI tidak lolos screening oleh Pemerintah Tiongkok," kata Fadjroel dalam keterangan yang diterima, Minggu (2/2).

Fadjroel mengatakan, pesawat evakuasi itu kini sudah tiba di Indonesia. Para WNI akan menjalani proses karantina di Natuna.

"Setelah tiba di tanah air, sesuai pernyataan Menlu, Menkes, Panglima TNI, maka 238 WNI tersebut akan menjalani transit observasi di pangkalan militer TNI di Natuna yang memiliki fasilitas lengkap rumah sakit yang dikelola tim dokter dari tiga matra yaitu AD, AU, AL," kata dia.

Lebih lanjut, kata Fadjroel, semua WNI yang dijemput dalam evakuasi kemanusiaan ini dinyatakan sehat melalui prosedur kesehatan sesuai standar World Health Organization.

Pemerintah menjalankan semua proses evakuasi kemanusiaan dan transit observasi ini berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2019 di bawah koordinasi dua menteri yakni, Menko Polhukam dan Menko PMK.

"Sekali lagi, marilah kita bergotong royong, bahu-membahu menghadapi dan melewati masa-masa sulit ini demi nilai perikemanusiaan yang melekat dalam diri kita semua. Selamat kembali ke tanah air tercinta, Indonesia," jelas dia. (tan/jpnn/pul)




Berita Terkait

Metropolis
Kepala Bappeda Jatim Saat Ini Sedang Menjalani Perawatan Di ...selanjutnya
07-07-2020 | 16:05 wib

Covid-19
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
07-07-2020 | 10:50 wib

Metropolis
Pengunjung Cafe Hingga Kelompok Pemotor Terjaring Razia Jam ...selanjutnya
05-07-2020 | 23:05 wib

Politik
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
05-07-2020 | 17:16 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062