Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Begini Penerapan Protokal Pencegahan Covid-19 Ala Panti Asuhan Asy Syarifah Putri
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana
Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis



Peristiwa
Menkopolhukam Akui Terlambat Berikan Informasi kepada Warga Natuna Terkait Karantina WNI
Selasa, 04-02-2020 | 18:03 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, Selasa pagi (4/2) menerima kunjungan dari Pemerintah Daerah Natuna terkait operasi kemanusiaan yang menggunakan wilayah Natuna sebagai lokasi karantina WNI dari Wuhan China.
Dalam pertemuan ini, Mahfud menepis adanya anggapan miskomunikasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terkait pemilihan Natuna sebagai lokasi karantina, yang menyebabkan adanya gelombang penolakan dari warga Natuna.

Hal itu dikatakan Mahfud MD usai bertemu pemerintah daerah Natuna di kantor Kemenkopolhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa pagi tadi.

Menurut Mahfud, keterlambatan informasi yang diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah dikarenakan adanya proses evakuasi yang terjadi secara cepat sehingga memicu kesalahpahaman di kalangan warga Natuna.

Mahfud juga meminta agar warga Natuna tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya dan berharap agar warga Natuna tetap tenang.

Sebelumnya, sempat terjadi gelombang penolakan di Kabupaten Natuna. Mereka menolak penunjukan Natuna sebagai lokasi karantina, karena khawatir akan tertular virus corona yang telah menewaskan ratusan jiwa penduduk Tiongkok.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062