Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid



Peristiwa
Basmi Hama Tikus, Petani Ngawi Gunakan Burung Hantu
Sabtu, 08-02-2020 | 08:12 wib
Reporter : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com  Hama tikus hingga kini masih menjadi musuh petani di Kabupaten Ngawi. Berbagai cara dilakukan untuk membasmi. Namun banyaknya populasi hama pengerat ini, petani kesulitan mengendalikan serangannya, terlebih untuk lahan persawahan di sepanjang jalur tol Ngawi.
Sejumlah petani di Kabupaten Ngawi mengaku kerepotan mengatasi serangan hama tikus. Meski berbagai upaya dilakukan untuk membasmi, seperti memasang jebakan listrik, gropyokan, dan pengasapan. Namun serangan hewan pengerat ini tak kunjung berkurang.

Kepala Desa Dempel Kecamatan Genang, Sugeng Wiyono, menjelaskan, serangan hama tikus di daerahnya cukup banyak, terlebih untuk lahan pertanian yang ada di sekitar jalur tol. Menurutnya, upaya gropyokan, pembasmian dengan racun dan pemasangan pagar di sekitar tanaman padi juga belum dapat mengurangi serangan hama tikus.

"Kali ini upaya lain dilakukan yaitu dengan menggunakan burung hantu, jenis tyto alba. Dengan menggunakan musuh alami tikus yakni burung hantu, diharapkan dapat mengurangi serangan. Karena ia menilai banyak sarang tikus di sekitar jalur tol," tutur Sugeng Wiyono.

Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi mengaku dalam mengurangi serangan hama tikus ini, Pemkab menerima bantuan burung hantu dan rumah burung hantu (Rubuha) dari pihak jasa marga Ngawi-Kertosono-Kediri (PT JNK). Bantuan diserahkan pada Gapoktan Desa Dempel, mengingat lahan persawahan di desa ini berdekatan dengan tol Trans Jawa.

"Harapan ke depan dengan menempatkan predator alami ini dapat mengurangi serangan hama tikus di sekitar jalan tol ini," ungkap Ony Anwar Harsono.

Menurut Ony, burung hantu merupakan predator alami yang cukup efektif menekan populasi tikus. Seekor burung hantu bisa memangsa 2-10 ekor tikus dalam semalam. Dalam waktu 3 bulan sekitar 900-1000 ekor tikus akan dimangsa. Ia juga meminta pemerintah desa membuat perdes untuk menjaga kelestarian burung hantu.(end)


Berita Terkait

Metropolis
Antisipasi Serangan Hama Tikus Petani Nekat Pasang Setrum Li...selanjutnya
16-02-2020 | 03:10 wib

Peristiwa
Basmi Hama Tikus, Petani Ngawi Gunakan Burung Hantu
08-02-2020 | 08:12 wib

Peristiwa
Cegah Serangan Tikus, Petani Pagari Sawah dengan Galvalum
31-01-2020 | 20:10 wib

Hukum
Bikin Jebakan Tikus Listrik Yang Tewaskan Tetangga, Yusuf Ja...selanjutnya
31-01-2020 | 07:01 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062