Peras Korban Mengaku Satintelkam Polda, 2 Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Malang, 2 Pelaku Masih DPO
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan



Ekonomi Dan Bisnis
Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Selasa, 11-02-2020 | 21:16 wib
Reporter : Tova Pradana
Muhtarom Anggota Komisi IV DPR RI.
Madiun pojokpitu.com  Muhtarom Anggota DPR RI turut prihatin dengan anjloknya jatah pupuk subsidi di Kabupaten Madiun, dan secara umum se Indonesia. Sejumlah faktor menyebabkan jatah pupuk di tahun 2020 dari Kementrian Pertanian berkurang, karena ketidak validan data RDKK.
Dampak jatah berkurang pupuk bersubsidi se Indonesia sangat dirasakan oleh petani, khususnya dikalangan Kabupaten Madiun, yang merupakan salah satu penyokong lumbung pangan di Jawa Timur bagian barat. Anggota DPR RI Komisi IV, Muhtarom, yang membidangi sektor pertanian, menanggapi beberapa keluhan petani, saat melakukan reses di sejumlah daerah.

Berdasarkan rapat dengar pendapat dengan jajaran Kementrian Pertanian disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, alokasi APBN ke Kementrian Pertanian menurun. "Serta diprediksi mulai pertengahan tahun 2020 Indonesia akan terjadi badai elnino, dimana musim kemarau akan lebih panjang dibandingkan musim penghujan. Kemungkinan kecil, jika petani di Madiun utamanya di Jawa Timur akan dapat menanam padi 3 kali selama setahun," kata Muhtarom.

Jajaran Kementrian Pertanian tidak bisa mensajikan, data valid Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau (RDKK) petani. Maka dari itu pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar hearing kembali dengan Kementrian Pertanian, guna pembahasan pemberian solusi terhadap petani, agar aktifitas pertanian kembali normal.

Direncakan, alokasi pendistribusian pupuk bersubsidi akan dialihkan, agar tepat sasaran melalui Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa. Sebab, sebelumnya pendistribusian pupuk ditingkat kios, penjualannya tidak sesuai, RDKK. Dan tidak di semua desa terdapat kios pupuk bersubsidi.  (pul)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Bersubsidi Masih Langka di Kalangan Petani
18-07-2020 | 06:15 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Stok Pupuk Urea Bersubsidi Terus Menipis, Petani Kesulitan M...selanjutnya
03-07-2020 | 09:05 wib

Peristiwa
Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona
11-04-2020 | 07:12 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
01-03-2020 | 03:08 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062