Peras Korban Mengaku Satintelkam Polda, 2 Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Malang, 2 Pelaku Masih DPO
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan



Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal
Kamis, 13-02-2020 | 01:12 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com  Sejumlah petani di Magetan, mengeluhkan langkanya pupuk subsidi di pasaran. Harga pupuk juga naik, dan petani hanya bisa membeli eceran di kios tertentu.
Sejumlah petani padi di Kabupaten Magetan, mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi. Seperti yang dialami oleh Supeno (65),  petani asal Buluharjo Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.

Sudah lama, pupuk bersubsidi, seperti menghilang dari pasaran. Selain itu, harganya juga mahal. Supeno mencontohkan, pupuk ZA yang awalnya 1.800 perkilogram, sekarang menjadi 2.500. Begitu juga pupuk ponska, yang awalnya 2.500 perkilogram, menjadi 3.500 perkilogmram.

Kondisi itu cukup menyulitkan petani saat membutuhkan pupuk untuk tanaman padi mereka. Sebagian besar petani terpaksa membeli eceran. Selain hemat, mereka beralasan karena kalau beli satu sak harus dengan sistem paket.

Menurut Supeno, kelangkaan pupuk dengan harga yang cukup mahal tersebut, cukup menyulitkan petani. Karena saat panen, para petani tidak bisa meraup keuntungan, bahkan bisa merugi, apabila dibandingkan dengan biaya pemeliharaan dan biaya membeli pupuk.
"Kami berharap agar pemerintah bisa menormalkan kembali harga pupuk, dan stok, agar petani gampang mencari pupuk subsidi untuk pertanian mereka," kata Supeno. (pul)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Bersubsidi Masih Langka di Kalangan Petani
18-07-2020 | 06:15 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Stok Pupuk Urea Bersubsidi Terus Menipis, Petani Kesulitan M...selanjutnya
03-07-2020 | 09:05 wib

Peristiwa
Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona
11-04-2020 | 07:12 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
01-03-2020 | 03:08 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062