Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita



Metropolis
Polda Jatim Kembali Tangkap Anggota Igata Cabuli Anak
Kamis, 20-02-2020 | 14:40 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Polda Jawa Timur kembali menangkap anggota komunitas Igata, atau komunitas gay di Tulungagung, lantaran mencabuli anak bawah umur. Tersangka merupakan mantan guru SD, yang mengaku telah mencabuli 3 orang anak dibawah umur.
Setelah menangkap Mochamad Hasan yang merupakan ketua Igata, sebuah komunitas gay di Tulungagung yang mencabuli 11 anak dibawah umur.

Irjen Pol. Luki Hermawan, Kapolda Jatim, menjelaskan, Polda Jatim kembali menangkap 1 orang anggota komunitas Igata,Ikatan Gay Tulungagung, yakni Hendri Mufida, (32), warga Bangoan Kecamatan Kedung Waru Kabupaten Tulungagung. Kasusnya pun sama pencabulan anak dibawah umur.

Bedanya, tersangka yang merupakan mantan guru SD ini hanya mencabuli 3 anak dibawah umur. Seluruh korbannya masih duduk di bangku SMK.

"Modusnya tersangka mengiming-imingi uang Rp 150 ribu, kepada korban agar mau diajak untuk berhubungan badan sesama jenis dan disodomi di rumah tersangka," kata Irjen Pol. Luki Hermawan.

Sementara menanggapi kasus komunitas Igata ini, Komnas Perlindungan Anak Indonesia, menyatakan, komunitas Igata terlarang, dan ilegal. Komunitas LGBT diakui oleh Ketua KPAI, Aris Merdeka Sirait, akan merusak tatanan masyarakat, dan melanggar norma agama.

"Pertama tentu kita ucapkan apressiasai karena membongar pencabulan di bawah umur yang melibatkkan anak-anak, ini perlu diberhentikan karena melanggar, apa yang dilakukan Polda Jatim adalah melakukan pengamanan dan keselamatan untuk anak-anak saya kira itu illegal soal perilaku bisa diubah kenapa dipertahankan ini bisa dipaparkan ke anak-anak," jelas Aris Merdeka Sirait.

Dari hasil pengembangan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ketua dan anggota komunitas Igata ini, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti diantaranya video porno sesama jenis, serta sejumlah pakaian korban.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. (yos)


Berita Terkait

Metropolis
Polda Jatim Kembali Tangkap Anggota Igata Cabuli Anak
20-02-2020 | 14:40 wib

Peristiwa
Puluhan Anggota GMBI Tuban Luruk DPRD Tolak LGBT
30-01-2018 | 13:44 wib

Peristiwa
LDII Nyatakan LGBT Tak Patut Ditolelir
18-03-2016 | 20:04 wib

Infotainment
Sutradarai Gila Jiwa, Suara Hati Aming Soal LGBT
10-03-2016 | 12:24 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062