Tabrak Jembatan, Suzuki Ertiga Nyaris Terjun Dari Flyover Gubeng
Begini Cerita Janda 2 Anak Yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam
Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19



Peristiwa
Jadi Walikota Surabaya, Machfud Arifin Akan Tata Kampung Padat Penduduk.
Kamis, 20-02-2020 | 18:54 wib
Reporter : Nanang Purwono
Kampung padat penduduk di Keputran Kejambon RW 12, Kelurahan Embong Kaliasin Surabaya
Surabaya pojokpitu.com  Partai Nasional Demokrat (NasDem) merekomendasikan Machfud Arifin sebagai calon Walikota Surabaya Periode 2021-2026 di Hotel Mojopahit Surabaya pada Rabu (19/2/2020). Dengan tambahan dukungan dari NasDem (3 kursi), Machfud Arifin untuk sementara mengantongi 21 kursi. Sebelumnya sudah ada 18 kursi yang terdiri dari kontribusi Partai Gerindra (5), Demokrat (4), PPP (1), PAN (3 ) dan PKB (5 ).
Dalam orasi politiknya, Machfud Arifin mengatakan bahwa rekomendasi oleh keenam partai ini tidak akan ada artinya kalau para partai koalisi  tidak dapat melipatgandakan perolehan suara pada Pilwakot Surabaya mendatang. Karenanya pembentukan Tim pemenangan yang diketuai oleh KH. Miratul Mukminin (Gus Amik) targetnya adalah kemenangan, bukan kekalahan.

Dalam deklarasI penyampaian rekomendasi itu, Gus Amik memang ikut mendampingi Machfud Arifin. Sebelum lebih lanjut meneruskan orasinya, Machfud Arifin mengundang sang istri tercinta untuk mendampinginya di atas panggung dan memperkenalkan kepada semua hadirin, termasuk kepada pimpinan partai pengusung, seraya mengatakan bahwa dukungan partai tidak ada artinya jika Machfud Arifin tidak mendapat dukungan istri dan anak tercinta.

"Sebelum saya memutuskan untuk maju sebagai calon Walikota, saya minta ijin kepada istri dan anak saya," kata Machfud yang kemudian melanjutkan pidato politiknya. "Alhamdulillah, mereka mendukung," tambahnya.

Machfud bersyukur di penghujung masa pensiun sebagai polisi Republik Indonesia, ia ditugaskan di Polda Jatim yang bermarkas di Surabaya, kota kelahirannya, dimana Ia mengawali karirnya sebagai polisi. "Jika di penghujung karir saya sebagai polisi, saya ditugaskan di Polda Metro Jaya, mungkin saya tidak menjadi calon Walikota Surabaya," Machfud menambahkan.

Machfud mengawali karir sebagai polisi di Surabaya dan mengakhirinya di Surabaya. Dengan pencalonannya  sebagai walikota Surabaya, Machfud merasa bahwa ia diberi amanah untuk melanjutkan pembangunan Surabaya. Inii adalah kesempatan bagi Machfud untuk mengabdi lagi di kota kelahirannya, Surabaya.

Bagi Machfud, pembangunan di Surabaya harus berkelanjutan. Apa yang selama ini sudah baik, maka harus dilanjutkan agar semakin baik dan semakin maju. Namun, bilamana masih ada yang belum baik, maka Pemerintah Kota harus hadir untuk membuatnya menjadi baik.

Ternyata, berdasarkan pantauan lapangan yang selama ini sudah dilakukan Machfud Arifin, masih ada persoalan kota yang harus diselesaikan. "Saya punya banyak program, salah satunya adalah persoalan pengentasan kemiskinan dan kekumuhan di kawasan jantung kota. Pemandangan ini begitu kontras bahwa selain terdapat kemegahan kota, di sekitarnya juga masih ada kekumuhan," kata Machud yang menunjukkan keprihatinan dan fakta ini sekaligus menjadi pendorong dirinya untuk maju sebagai calon Walikota Surabaya.

Dari data dan fakta yang dihimpun, persoalan sosial dan lingkungan ini juga terpotret di sejumlah kawasan di Surabaya Timur, Utara dan Barat. Sementara kepadatan yang dijumpai di pusat kota seolah membingkai Kota Surabaya ini sebagai Kota yang begitu kontras.
Salah satunya terdapat di perkampungan tengah kota, Keputran Kejambon, RW 12, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Machfud menggambarkan perkampungan di lingkungan Keputran Kejambon RW 12  begitu tidak layak huni. Gangnya sempit-sempit dan di lorong-lorong gang ini terdapat beragam kegiatan mulai dari cuci cuci pakaian dan piring, sumur, memasak dan bahkan menjadi tempat kongkow kongkow warga. Udaranya pun pengab, tidak segar. Rumah - rumahnya kecil dan umumnya dihuni oleh banyak orang. Akibatnya, satu ruangan, ruang tamu misalnya, menjadi multi fungsi. Selain untuk ruang tamu, ruang sempit itu juga menjadi ruang makan dan ruang tidur.

Perkampungan dengan kondisi yang seperti ini sangat tidak sehat dan tidak layak huni.  Belum lagi gang gang sempit itu dijejali dengan kegiatan masak memasak yang rawan terjadinya kebakaran. Di awal tahun 1980-an, di lingkungan perkampungan  RT 01 RW 12 pernah dilalap api sehingga kampung satu RT ini habis terbakar. Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Surabaya membangunkan rumah susun di lahan kebakaran, RT 01, yang kini bangunannya terlihat menjulang di belakang food court Urip Sumoharjo. Karena kebakaran itu, RW 12 kehilangan RT 01. Kini hanya tinggal 9 RT dari 10 RT di lingkungan RW 12 kelurahan Embong Kaliasin.

Aktivitas warga, yang menyalakan kompor dan memasak di gang gang sempit ini, sangat berbahaya dan rawan kebakaran. Jika terjadi kebakaran, potensi kebakaran masal, habis satu kampung, sangat masuk akal karena akses untuk mobil pemadam kebakaran (damkar) sangat sulit. Pada akhirnya kawasan Keputran Kejambon ini menjadi kampung yang tidak ramah terhadap warga, apalagi terhadap anak anak.

Machfud Arifin menyinggung persoalan sosial dan lingkungan dalam orasi politiknya ini bukan tidak punya alasan. Justru karena kondisi inilah, Machfud siap maju dalam Pilwali Surabaya 2020.(end)


Berita Terkait

Pilkada
Diusulkan PKB, Dirut PDAM Surabaya Siap Mundur Jika Terpilih...selanjutnya
01-08-2020 | 19:28 wib

Pilkada
Verifikasi Faktual Calon Perseorangan Kembali Digelar 24 Jun...selanjutnya
20-06-2020 | 18:14 wib

Pilkada
Bacalon Independen pada Pilwali Surabaya Serahkan Dokumen Sy...selanjutnya
24-02-2020 | 18:44 wib

Pilkada
Dinilai Berpotensi, Akar Rumput Golkar Minta Adies Kadir Maj...selanjutnya
23-02-2020 | 08:20 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062