KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan



Mlaku - Mlaku
Desa Sekapuk Ubah Bekas Galian Tambang Menjadi Objek Wisata Alam yang Mempesona
Minggu, 23-02-2020 | 09:10 wib
Reporter : Mohammad Amin
Gresik pojokpitu.com  Bekas galian tambang seluas 5 hektar di Desa Sekapuk, Ujungpangkah Gresik, dirubah menjadi objek wisata alam yang mempesona. Pengunjung tak hanya berasal dari Gresik tapi berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak puluhan tahun yang lalu bukit di Sekapuk, Ujungpangkah, ditambang atau digali untuk diambil batu kapurnya. Tanah seluas 5 hektar tersebut, merupakan tanah ulayat, atau tanah yang dikuasi oleh desa.

Setelah penambangan usai, maka pada tahun 2013, oleh warga setempat lahan tersebut dijadikan lahan pembuangan sampah. Kesadaran warga sekapuh akhirnya tumbuh dan pada tahun 2018, sampah-sampah di areal tersebut dibersihkan dan Abdul Halim, Kepala Desa Skapuk mulai mengajak warganya untuk membuat daerah tersebut menjadi objek wisata alam.

Abdul Halim, Kepala Desa Sekapuk, mengatakan, dengan mengandeng konsultan dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya, maka lambat laun.  "Daerah tersebut dipermak sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi objek wisata, yang diberinama Setigi, artinya Selo Tirto Giri," kata Abdul Halim.

Untuk membangun galian bekas tambang, pihak Desa Sekapuk, telah menghabiskan uang Rp 1 miliar 200 ribu. Uang tersebut berasal dari semua warga Sekapuk. "Sehingga objek wisata tersebut menjadi tanggung jawab semua warga dan keuntungannya juga untuk semua warga," imbuhnya.

Objek Wisata Setigi dibuat sejak awal tahun 2020 yang lalu dan pengunjung tidak hanya wisatawan lokal saja, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan banyak juga turis asing yang singgah di objek wisata alam tersebut.

Yang membuat banyaknya pengunjung yang datang, karena mereka penasaran dengan bekas tambang, bukit yang berlubang lubang, menyerupai gua, serta tiket masuk yang relatif murah.

Untuk anak anak harus membayar Rp 10 ribu,  sementara pengunjung dewasa Rp 15 ribu. Pada hari hari biasa pengunjung mencapai 200 orang lebih, tapi di hari libur pengunjung mencapai 1300 orang. (yos)


Berita Terkait

Politik
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
05-04-2020 | 04:16 wib

Mlaku - Mlaku
Wisata Ranu Manduro Mojokerto Tawarkan Padang Savana Alam Pe...selanjutnya
28-02-2020 | 21:05 wib

Mlaku - Mlaku
Desa Sekapuk Ubah Bekas Galian Tambang Menjadi Objek Wisata ...selanjutnya
23-02-2020 | 09:10 wib

Malang Raya
Bupati Bebaskan Pajak Untuk Penunjuk Jalan Wisata di Kecamat...selanjutnya
18-02-2020 | 21:15 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062