KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan



Ekonomi Dan Bisnis
Ketua PHRI: Kereta Gantung Tidak Boleh Dibangun di Sekitar Laut Pasir atau Kawah Bromo
Minggu, 01-03-2020 | 04:06 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Berbagai respon disampaikan pelaku wisata terkait rencana pembangunan kereta gantung di sekitar gunung bromo di Kabupaten Probolinggo. Salah satu respon dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Probolinggo, yang menolak pembangunan kereta gantung berada di area laut pasir atau sekitar kawah gunung Bromo. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com   Siapa yang tidak mengenal gunung Bromo yang berada di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawatimur.
Untuk mencapai ke kawah Bromo dan beberapa tempat lain di sekitar gunung, pengunjung bisa menggunakan 2 jasa transportasi. Yakni jasa transportasi jeep dan ojek kuda.

Namun ketenangan para pelaku wisata, khususnya di bidang transportasi belakangan ini terusik, dengan rencana pembangunan kereta gantung di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Apalagi peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 80 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur, salah satunya di kawasan Bromo Tengger Semeru.

"Yang membuat resah, keberadaan kereta gantung akan berada di sekitar kawah bromo dan kawasan pasir. Tidak tanggung-tanggung nilai proyek ini mencapai Rp 350 milyar," kata Digdoyo, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Probolinggo.
 
Gunung bromo sendiri marupakan tempat konservasi alam. Seharusnya kereta dibangun di sekitar perbukitan bromo, dimana tempat tersebut tidak dijangkau transportasi jeep atau ojek kuda.
 
Pelaku wisata di area bromo berharap, Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim hingga pemerintah Kabupaten Probolinggo bisa mendengar keluhan dari pelaku wisata itu. (pul)
 


 



Berita Terkait

Mlaku - Mlaku
Pelaku Wisata Desak Taman Wisata Bromo Tengger Semeru Dibuka...selanjutnya
20-06-2020 | 12:30 wib

Peristiwa
Wisata Gunung Bromo Akan Ditutup Tanggal 19 Maret Esok
18-03-2020 | 17:43 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Ketua PHRI: Kereta Gantung Tidak Boleh Dibangun di Sekitar L...selanjutnya
01-03-2020 | 04:06 wib

Mlaku - Mlaku
Setelah ditutup Selama Sebulan Laut Pasir Bromo Resmi Dibuka...selanjutnya
26-02-2020 | 08:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062