Dinsos Jatim Datangi Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi



Mataraman
Gauli Pacar Masih Bawah Umur, Pemuda Ditangkap Polisi
Selasa, 10-03-2020 | 13:00 wib
Reporter : Agus Bondan
Keduanya diduga kuat telah menggauli pacarnya masing-masing, yang masih dibawah umur. Foto: Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Dua remaja di Tulungagung, terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah diduga menggauli anak yamg berusia 14 tahun. Satu tersangka diduga melakukan pemaksaan berhubungan intim, meski korban tengah datang bulan.
Dua pemuda berinisial ARK, warga Desa Buntaran , Kecamatan Rejotangan, Tulungagung dan GCK warga Malang, terpaksa harus berurusan dengan Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, mengatakan, tersangka ARK bertemu korban di rumah salah seorang temannya, menjelang sore hari korban meminta pulang, namun dilarang oleh tersangka.

"ARK kemudian mengajaknya ke rumah kos. Ditempat itulah tersangka nekat menyetubuhi pacarnya tersebut. Padahal saat itu korban menolak, dan mengaku tengah datang bulan," kata AKBP Eva Guna Pandia.

Sementara itu, tersangka lainnya GCK, mengaku telah memaksa seorang pekerja warung kopi yang masih dibawah umur untuk berhubungan intim. Tersangka memaksa korban di salah satu tempat kos di wilayah Kecamatan Ngunut.

Akibat perbuatan yang diduga melanggar undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak tersebut, kini kedua tersangka diamankan di Mapolres Tulungagung dan terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara. (yos)


Berita Terkait

Metropolis
Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur
10-07-2020 | 18:20 wib

Peristiwa
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun...selanjutnya
09-07-2020 | 09:28 wib

Peristiwa
Istri Tak Mau Layani, Ayah Nekat Cabuli Anak Tiri
29-06-2020 | 18:35 wib

Peristiwa
Setubuhi Gadis, Dua Pemuda Diringkus Polisi
20-06-2020 | 17:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062