Polisi Ungkap 10 Kasus Narkoba Dan Mengamankan Belasan Tersangka
Untuk Beli Susu Anak, Ojol Nekat Curi Sepeda Bermerek
Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan



Icip - Icip
Marak Virus Corona, Pasutri Pembuat Gula Jawa Varian Jahe dan Cengkeh Banjir Orderan
Sabtu, 14-03-2020 | 09:17 wib
Reporter : Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com  Mewabahnya virus corona tipe baru atau covid-19 di dunia, yang juga berdampak terhadap negara Indonesia, mendatangkan berkah bagi perajin gula jawa jahe asal Kabupaten Kediri. Pasalnya, rempah-rempah yang terkandung dalam gula jawa jahe tersebut, diyakini mampu meningkatkan imun atau daya kekebalan tubuh manusia. Bahkan, pesanan naik dua kali lipat dari biasanya. Namun, perajin gula jahe juga terkendala bahan baku rempah tradisional, yang langka di pasaran.
Penyebaran virus corona tipe baru atau (covid-19) terus bertambah. Saat ini sudah hampir seratus ribu pasienterjangkit, dan hampir empat ribu yang tewas, juga berdampak ke Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah ada empat pasien yang dinyatakan positif corona, dan dirawat di RSUD Jawa Barat.

Meski hingga kini belum ada obatnya, namun salah satu profesor dari Unair Surabaya menyatakan, agar manusia mengkonsumsi rempah tradional atau empon-empon. Karena rempah tradisonal diyakini mampu meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia.

Hal mendatangkan berkah bagi pasangan suami istri Guncono dan Sri Wahyuni, pembuat gula jawa jahe asal Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Bahkan, pesanan dari pelanggan naik dua kali lipat dari biasanya.

Gula jawa jahe buatan pasutri Guncono dan Sri Wahyuni tersebut, terdapat delapan macam rempah di dalamnya. Yakni jahe, kunyit, kayu manis, serai, cengkeh, daun pandan dan kapulaga untuk membuat gula jawa jahe ini. Semua bahan rempah diparut dan diambil sarinya, lalu direbus hingga mendidih. Selanjutnya bahan gula jawa dimasukkan kedalam wajan, dan direbus hingga mencair, dan kemudian dicetak di bidang kayu yang berlubang.

Sri Wahyuni mengatakan, merebaknya virus corona di Indonesia, pesanan gula jawa jahe ramai orderan. Jika hari-hari biasa ia hanya menghabiskan 15 kilogram, namun sekarang dalam sehari bisa mencapai 23 kilogram. Namun saat ini ia terkendala bahan rempah-rempah yang langka di pasaran. Jika ada harganya bisa naik hingga dua kali lipat.

Untuk harganya per kotak isi delapan biji dijual Rp 8.000 hingga Rp 10.000 ribu. Selain dari Kediri dan sekitarnya, pesanan juga datang dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Banten bahkan hingga keluar Jawa seperti Batam dan Kalimantan Selatan.(end)





Berita Terkait

Icip - Icip
Minuman Segar Peningkat Imunitas Tubuh
14-03-2020 | 08:22 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062