Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial



Mataraman
Tak Terima Gurunya Dipindah, Puluhan Siswa Geruduk Dinas
Selasa, 17-03-2020 | 18:05 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com  Tak terima guru kesayangannya di pindah sepihak oleh pihak terkait, puluhan Siswa Menengah Pertama (SMP) di Nganjuk melakukan aksi demo dengan membawa poster dan mendatangi kantor Dinas Pendidikan Nganjuk. Siswa juga mendatangai kantor bupati nganjuk, dalam aksinya siswa meminta agar gurunya tidak di pindah dari sekolahnya.
Aksi demo sepontan itu dilakukan oleh puluhan siswa SMP Negeri I Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.  Dengan mengendarai sepeda motor, massa mendatangi kantor dinas pendidikan kabupaten nganjuk. Massa juga membawa aposter berisikan tuntutan agar gurunya tidak dipindah.

Siswa kelas 7 hingga kelas 9 ini menuntut Kepada Kepala Dinas Pendidikan, untuk membatalkan 3 gurunya yang akan dimutasi, diantaranya Kushandoko, guru olah raga, Sri Wahyuni, guru bahasa indonesia, dan Sri Handayani, guru matematika.

Siswa beralasan ketiga gurunya itu tidak melakukan kesalahan apa apa namun tiba-0tiba akan di pindah. Sementara ada sejumlah guru yang nyata-nyata bersalah dan pernah dilaporkan ke ranah hukum, namun tidak di lakukan tindakan bahkan dipertahankan oleh pihak dinas.

Eva Yuli Priyanti, siswa kelas 8, yang juga ikut dalam aksi itu, mengatakan, kalau ia tidak terima jika guru yang berprestasi akan dimutasi. Ia juga mengancam kalau 3 guru itu tetap dumutasi maka, siswa SMPN 1 Lengkong akan melakukan aksi demo.

Usai melakukan aksi orasi, perwakilan siswa masuk guna melakukan dialog dengan Mokhamad Yasin, Kepala Dinas Pendidikan. Pihak dinas berjanji akan mempertimbangkan soal perpindahan guru tersebut.

Tidak terima denan jawaban kepala dinas, puluhan siswa langsung menuju pendopo kabupaten nganjuk, untuk menyampaikan pendapatnya kepada bupati Novi Rahman Hidayat, tetapi rencana itu batal, setelah mendapat penjelasan dari Satpol PP.

Menurut Suroso, petugas Satpol PP, tidak diijinkannya sisa bertemu dengan bupati karena tidak ada ijin untuk menyampaikan aspirasi.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas pol pp, akirnya puluhan siswa SMPN 1 Lengkong meninggalkan pendopo, kembali ke rumah masing-masing. rencanya aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan siswa dikabulkan dinas pendidikan.  (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Tuntut Transparansi Dana BOS, Ratusan Siswa Gelar Demo
02-12-2019 | 14:20 wib

Peristiwa
Prihatin Demo Siswa, Wabup Akan Geser Kepsek Bila Terbukti B...selanjutnya
11-10-2019 | 18:13 wib

Pendidikan
Wali Murid dan Siswa Demo di Hari Pertama Masuk Sekolah
16-07-2018 | 14:30 wib

Pendidikan
Protes Tranparansi Dana Sekolah, Siswa SMAN Kebomas Demo
28-05-2018 | 10:39 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062