Batu Kuno Diduga Untuk Upacara Adat, Ditemukan di Sekitar Batu Kenong
5 Perangkat Desa Sogo Kosong, Puluhan Peserta Ikuti Ujian Seleksi
Pelipatan Surat Suara Pilkada Tuban Terapkan Prokes
Dua Kementerian Tinjau Revitalisasi Pasar
PSI Surabaya Targetkan Kemenangan 70 Persen Untuk Paslon Eri-Armuji
UMK Kota Batu Naik Rp 25.000
16 Ribu Lebih Petugas Pemilih Jalani Rapid Test
Pandemi Covid 19 Karangtaruna Produksi Sabun Cair



Otomotif
Mobil Jarang Dipakai? Jangan Lupa Cek Komponen Ini
Senin, 27-04-2020 | 12:04 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com  Imbauan mengharuskan beraktivitas di rumah aja, membuat kendaraan kesayamgan jadi jarang dipakai. Apalagi imbauan ini berlangsung lama.
Mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu, berpotensi menimbulkan penyakit baru pada sejumlah komponen penting.

Simak beberapa komponen yang paling berpeluang rusak serta cara mencegahnya, lansir laman Asuransi Astra:

1. Aki tekor
Risiko pertama ialah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan sulit dinyalakan karena ada penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Kiatnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang
Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, menyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu, penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Kiatnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal itu bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap
Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki atau saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Kiatnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster. Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem
Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Apabila terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Kiatnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC
Mobil yang jarang digunakan tidak akan menjadi lebih awet. AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi, hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Kiatnya, rutin panaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil. (ant/jpnn/yan)


Berita Terkait

Life Style
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
04-06-2020 | 06:45 wib

Otomotif
Mobil Jarang Dipakai? Jangan Lupa Cek Komponen Ini
27-04-2020 | 12:04 wib

Life Style
Apakah Benar, Berhubungan Suami Istri Bisa Tertulari Virus C...selanjutnya
15-04-2020 | 14:42 wib

Life Style
7 Khasiat Terong yang Jarang Diketahui
13-04-2020 | 13:50 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062