Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan



Mlaku - Mlaku
Jamaah Masjid Agung Banyuwangi Tadarus Menggunakan Al Quran Raksasa
Jum'at, 08-05-2020 | 03:07 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com  Tadarus atau membaca Al Quran menjadi salah satu ibadah utama di bulan ramadan. Nuansa tadarus di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, nampak berbeda dari masjid lainnya. Di Masjid Agung kebanggaan warga kota paling ujung timur Pulau Jawa ini, jamaah bertadarus menggunakan Al Quran raksasa.
Al Quran raksasa memiliki  tinggi 2,1 meter dan lebar 1,5 meter. Tidak hanya itu, Al Quran raksasa memiliki bobot mencapai empat kwintal, termasuk sampul yang terbuat dari kayu.

Selama bulan ramadan, terdapat tujuh orang yang membaca Al Quran secara bergantian setiap malam. Serta ditambah dua orang, yang bertugas membuka lembaran Al Quran agar tidak rusak.

Setiap malam, mereka membaca tiga juz Al Quran. Meski lancar saat membaca kitab Al Quran ukuran biasa, tetapi saat membaca Al Quran raksasa butuh penyesuaian gerak mata dan mengenali bacaan huruf besar.

Menurut Ahmad Rifai, Koordinator Tadarus, Al Quran raksasa tersebut, dikenal dengan istilah ayat pojok. Dimana setiap tanda akhir ayat berada di pojok halaman sebagai tanda untuk mempermudah cara membacanya.

Para qori membaca secara bergantian. Sedangkan yang lain serta seorang hafidz atau penghafal Al Quran menyimak atau meneliti bacaan agar tidak ada kesalahan.

Al Quran raksasa ini dibuat dan ditulis tangan oleh Abdul Karim dari Pondok Pesantren Bustanul Makmur dengan memakan waktu selama enam bulan. Al Quran raksasa tersebut, dibuat pada tahun 2010 lalu. Pembuatnya menghabiskan 32 dus spidol dan 40 dus tinta kualitas terbaik.

Selain itu, Al Quran raksasa menggunakan kertas khusus yang didatangkan langsung dari Jepang. Lantaran istimewa, Al Quran hanya dikeluarkan untuk dibaca pada saat Bulan Ramadan saja dan diletakkan di lantai 2 Masjid  Baiturrahman.

Selama masa pandemi corona ini, pihak masjid memberlakukan physical distancing serta mewajibkan memakai hand sanitizer bagi jamaah yang akan melaksanakan salat taraweh dan tadarus. (pul)


Berita Terkait

Tempo Doeloe
Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
13-05-2020 | 03:12 wib

Tempo Doeloe
Masjid Jamik Madegan, Masjid Dibangun Dalam Satu Malam
11-05-2020 | 23:14 wib

Mlaku - Mlaku
Jamaah Masjid Agung Banyuwangi Tadarus Menggunakan Al Quran ...selanjutnya
08-05-2020 | 03:07 wib

Tempo Doeloe
Masjid Tertua Ujung Timur Pulau Madura Tersimpan Banyak Karo...selanjutnya
06-05-2020 | 15:36 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062