Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial



Mataraman
Di Tengah Pandemi Covid-19, Guru SLB Tetap Pantau Perkembangan Anak Didik
Rabu, 13-05-2020 | 09:38 wib
Reporter : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com  Pandemi covid-19 hingga saat ini membuat sejumlah sekolah terpaksa diliburkan dan dampaknya siswanya diwajibkan belajar di rumah. Namun tidak seluruh siswa mampu belajar mandiri di rumah. Seperti yang dialami siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Beranda Istimewa Kabupaten Ngawi, yang tetap perlu ada penadampingan dalam proses pembelajaran dari guru.
Sejumlah guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Beranda Istimewa Kabupaten Ngawi mendatangi satu persatu rumah anak didik atau murid mereka. Hal ini merupakan dampak dari covid-19 yang mewajibkan para siswa belajar di rumah. sehingga membuat selama masa belajar di rumah ini harus memaksimalkan peran orang tua murid, serta melakukan home visite.
 
Ketua Yayasan Beranda Istimewa Kabupaten Ngawi, Renny Purwitasari, menjelaskan untuk materi yang diberikan kepada setiap siswa tentu berbeda karena memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Selama ini pihaknya memberikan kegiatan harian di rumah mencangkup bina diri mulai dari pembelajaran yang sifatnya fisik, motorik, kogntif, dan kegiatan lain membuat anak agar merasa nyaman.
 
Selain untuk mengetahui kondisi siswanya kegiatan mendatangi rumah juga digunakan untuk mengetahui kondisi peserta didik. Selain itu juga untuk mensosialisasikan penggunaan masker serta mengecek perkembangan pembelajaran siswa selama di rumah. Dalam kesempata tersebut, pihaknya juga memberikan pengarahan dan motivasi kepada orang tua untuk tetap mendampingi anak dalam belajar setiap hari. 

"Kondisi para siswa berkebutuhan khusus ini sangat berbeda dengan siswa umum sehingga diperlukan kesabaran dan pendampingan yang ekstra," tutur Renny Purwitasari , Ketua Yayasan Beranda Istimewa Ngawi.
 
Sementara itu, Ernawati salah satu wali murid mengungkapkan, selama pembelajaran di rumah anaknya melakukan kegiatan yang ditugaskan sekolah. mulai dari menebali huruf, menunjuk warna, menghafalkan huruf, menunjuk huruf, dan membaca huruf hijaiyah. Diakuinya, dengan masa belajar dirumah yang masih diperpanjang hingga bulan Juni anaknya sudah merasa kangen dengan suasana sekolah.
  
Rencananya kegiatan tersebut akan dilakukan ke seluruh siswanya yang dapat dijangkau. Total ada delapan siswa yang dikunjungi dari jumlah keseluruhan 21 siswa. Dengan siswa yang rumahnya jauh dan kurang dijangkau, pihaknya akan melakuakan pengiriman perangkat pembelajaran melalui pos. Kemudian proses pembelajaran dilakukan secara online dengan bertatap muka melalui video call.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062