Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Gelapkan Mobil
Ombak Dengan Ketinggian Hampir 3 Meter Menerjang Kawasan Pantai Malang Selatan
Polda Jatim Siap Terapkan New Normal
Begini Ancaman Bupati Tuban Bagi Yang Melanggar Tak Pakai Masker
Pasien Positif Bertambah 4,Tiga Diantaranya Tertular Pasien Sebelumnya
Puluhan Warung dan Gudang Lobster Rusak Parah Diterjang Banjir Rob



Tapal Kuda Dan Madura
Mushaf Al Quran Tua Dari Bahan Jeluang, Diyakini Peninggalan Abad 15
Rabu, 13-05-2020 | 17:40 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com  Sebuah Mushaf Al Quran tua, yang diperkirakan peninggalan abad 15, ditemukan di Kabupaten Situbondo. Al quran tersebut, ditulis tangan di atas kertas jenis jeluang atau kertas dari kulit kayu. Peninggalan berharga yang masih belum diketahui siapa penulisnya itu sudah mengalami sedikit kerusakan di sebagian lembar-lembar jeluangnya.
Sebuah Mushaf Alquran bertulis tangan, masih terawat dan disimpan rapi oleh Abdul Halik, warga Dusun Pathek Desa Duwet Kecamatan Panarukan. Alquran bertulis tangan diyakini pada abad 15 silam , karya seorang ulama yang tidak diketahui nama penulisnya .
 
Mushaf berbahan jeluang (kertas dari kulit kayu) itu , didapatkan oleh Abdul Halik dari seorang petani di Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Sepintas dari fisik jeluang tersebut, sekitar 10 persen sudah mengalami rusak, akibat tidak terawat dari pemilik sebelumnya .
 
Kulit pohon daluang (broussonetia papyrifera) atau mulberry ini, sering dipakai untuk keperluan menulis dan bahkan dipakai untuk bahan pembuatan pakaian sebelum industri tekstil muncul. Abdul Halik yang sebagai pemerhati sejarah, Mushaf Alquran rencananya akan dihibahkan ke museum sejarah yang akan dibangun Desa Duwet .
 
Dirinya sengaja mengoleksi benda-benda bersejarah seperti Mushaf Alquran kuna, dilakukan sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap warisan leluhur dan peradaban nusantara.
 
Kelak jika sudah tersimpan dalam museum, barang sejarah tersebut, bisa menjadi bahan edukasi bagi generasi penerus bangsa. Barang-barang sejarah tersebut, diserahkan ke museum juga dengan tujuan untuk menyelamatkan kekayaan budaya Bangsa Indonesia.(end)
 



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062