Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan



Tempo Doeloe
Masjid Al Muhajirin Gedangsewu Simpan Struktur Bangunan Utama Abad 19
Sabtu, 16-05-2020 | 08:23 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Masjid Al Muhajirin di Tulungagung, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lain pada umumnya, karena masjid tersebut, menggunakan bangunan utama yang berasal dari Masjid Jami Kota Tulungagung, yang dibangun pada pertengahan abad 19. Mimbar yang berada dalam masjid ini, juga mengandung akulturasi kebudayaan Hindu dan Islam.
Masjid Agung Al Munawwar di Kota Tulungagung, setelah mengalami rehab total di awal tahun 90an, tampak berdiri megah dengan menaranya yang menjulang tinggi ke angkasa. Menggunakan perpaduan arsitektur Eropa dan Timur Tengah ini , saat direhab bangunan utama kunonya dipindah dan dibuatkan masjid baru dan diberi nama Masjid Al Muhajirin.

Bahkan ini Masjid Al Muhajirin di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, sekilas dilihat dari luar tampak tidak ada yang istimewa, seperti layaknya bangunan masjid baru. Namun saat memasuki bagian dalam masjid, interior yang berasal dari pertengahan abad 19 masehi akan membuat pengunjung terkagum.

"Semua interior Masjid Al Muhajirin ini merupakan bangunan utama Masjid Jamik Kota Tulungagung, yang saat ini bernama Masjid Agung Al Munawwar. Bangunan utama ini, dipindahkan karena Masjid Jamik Kota Tulungagung direnovasi total pada awal tahun 90-an," kata Agus Ali Imron, pemerhati sejarah.

Terdapat 4 tiang utama dan 12 tiang pendamping pada bangunan utama. Seluruh tiang berbahan kayu jati dengan ukiran khas sulur, yang banyak ditemukan pada masjid dengan corak Mataram Islam. Seluruh bahan kayu mulai dari tiang hingga atap juga masih terjaga keasliannya.

"Pada bagian atas hiasan yang terletak di bagian imam, terdapat inkripsi bertuliskan Arab yang menjelaskan tahun pembangunan Masjid Jami Kota Tulungagung. Dalam inskripsi tersebut, tertulis masjid dibangun pada hari Ahad Paing, tanggal 11 Syawal tahun 1262 hijriah , atau tahun 1847 masehi," ujarnya.

Pada bagian mimbar, juga berhiaskan kala makara, yang biasa ditemukan pada candi Hindu. Hal ini membuktikan adanya akulturasi kebudayaan Hindu dengan Islam pada masa tersebut . Hiasan kala makara ini mempunyai motif khas sulur. Dalam mimbar ini terdapat sebuah tongkat berbahan kuningan, yang digunakan oleh khotib saat memberikan khutbah pada salat Jumat .

"Di bulan Ramadhan ini, Masjid Al Muhajirin menjadi pusat kegiatan ibadah bagi umat muslim setempat. Selain menggelar shalat tarawih, masjid ini juga banyak digunakan oleh warga sekitar untuk beriktikaf pada malam hari . Suasana masjid yang tenang meskipun beredekatan dengan jalan raya , membuat khusyuk jemaaah masjid ini," tutur Muhamad Arifin , Remas Masjid Al Muhajirin Gedangsewu.

Masjid Jami Al Munawwar Tulungagung sendiri sudah mengalami beberapa kali renovasi . Bangunan utama masjid tersebut , dipindahkan ke Masjid Al Muhajirin dan saat ini masih terjaga keasliannya.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062