Angka Positif Covid Masih Tinggi, Perbatasan Surabaya Gresik Masih Longgar
Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan



Infotainment
Roker Gaek Sebut Umat Manusia akan Binasa Jika Tak Bekerja Sama dan Terus Termakan Propaganda
Senin, 18-05-2020 | 04:05 wib
Reporter :
Roger Waters. Foto: REUTERS
pojokpitu.com Musikus gaek Roger Waters punya analisis kritis soal pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19). Penulis lagu yang juga pembetot bas di Pink Floyd itu menganggap virus corona merupakan alarm bagi umat manusia untuk menyadari kehidupan yang sedang menuju kebinasaan.
Waters mengatakan, umat manusia akan binasa jika tak menolak sistem ekonomi yang tak adil dan perang propaganda melalui media. Menurutnya, umat manusia harus bekerja sama.

"Jelas apa yang COVID-19 telah tunjukkan kepada kita semua adalah untuk menghadapi musuh bersama ini, seperti virus ganas, kita perlu bekerja sama, bertindak bersama sebagai komunitas global," ujarnya kepada Russian Today.

"Kita menuju jurang omnicidal (kemusnahan spesies manusia, red) kehancuran segala hal. Jadi apakah ini menjadi wake-up call? Saya harap begitu," sambungnya.

Musikus asal Inggris itu juga mengkritisi ekonomi neoliberal yang menurutnya ibarat gajah di dalam ruangan. Arti ungkapan itu adalah ada masalah yang begitu besar tetapi orang-orang mengabaikannya.

Menurut Waters, kerja sama yang diperlukan umat manusia hampir mustahil terwujud jika dikendalikan oleh motif memperbesar keuntungan perusahaan yang menjalankan negara.

Pesohor kelahiran itu 6 September 1943 itu menyoroti beberapa negara yang merespons pandemi dengan mencetak miliaran bahkan triliunan dolar yang kemudian dibagikan kepada pihak-pihak pemilik koneksi politik yang baik.
Untungnya, kata roker veteran itu, internet telah menghancurkan batasan media arus utama, sehingga memungkinkan komunitas orang-orang yang punya ketertarikan sama akan hak asasi dan kebenaran untuk tumbuh dan berkembang.

"Titik fokus utama dari perbincangan kita adalah bagaimana memerangi mesin propaganda besar sekali yang telah meyakinkan saudara dan saudari kita bahwa ini normal," katanya.(RT/ara/jpnn/pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Program Go International di RPJMD Kota Batu Menuai Kritik
22-05-2018 | 17:02 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Ini Harus Ditaati, Broker Properti Diwajibkan Bersertifikat ...selanjutnya
18-04-2018 | 23:22 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062