Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test



Infotainment
Roker Gaek Sebut Umat Manusia akan Binasa Jika Tak Bekerja Sama dan Terus Termakan Propaganda
Senin, 18-05-2020 | 04:05 wib
Reporter :
Roger Waters. Foto: REUTERS
pojokpitu.com Musikus gaek Roger Waters punya analisis kritis soal pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19). Penulis lagu yang juga pembetot bas di Pink Floyd itu menganggap virus corona merupakan alarm bagi umat manusia untuk menyadari kehidupan yang sedang menuju kebinasaan.
Waters mengatakan, umat manusia akan binasa jika tak menolak sistem ekonomi yang tak adil dan perang propaganda melalui media. Menurutnya, umat manusia harus bekerja sama.

"Jelas apa yang COVID-19 telah tunjukkan kepada kita semua adalah untuk menghadapi musuh bersama ini, seperti virus ganas, kita perlu bekerja sama, bertindak bersama sebagai komunitas global," ujarnya kepada Russian Today.

"Kita menuju jurang omnicidal (kemusnahan spesies manusia, red) kehancuran segala hal. Jadi apakah ini menjadi wake-up call? Saya harap begitu," sambungnya.

Musikus asal Inggris itu juga mengkritisi ekonomi neoliberal yang menurutnya ibarat gajah di dalam ruangan. Arti ungkapan itu adalah ada masalah yang begitu besar tetapi orang-orang mengabaikannya.

Menurut Waters, kerja sama yang diperlukan umat manusia hampir mustahil terwujud jika dikendalikan oleh motif memperbesar keuntungan perusahaan yang menjalankan negara.

Pesohor kelahiran itu 6 September 1943 itu menyoroti beberapa negara yang merespons pandemi dengan mencetak miliaran bahkan triliunan dolar yang kemudian dibagikan kepada pihak-pihak pemilik koneksi politik yang baik.
Untungnya, kata roker veteran itu, internet telah menghancurkan batasan media arus utama, sehingga memungkinkan komunitas orang-orang yang punya ketertarikan sama akan hak asasi dan kebenaran untuk tumbuh dan berkembang.

"Titik fokus utama dari perbincangan kita adalah bagaimana memerangi mesin propaganda besar sekali yang telah meyakinkan saudara dan saudari kita bahwa ini normal," katanya.(RT/ara/jpnn/pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Program Go International di RPJMD Kota Batu Menuai Kritik
22-05-2018 | 17:02 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Ini Harus Ditaati, Broker Properti Diwajibkan Bersertifikat ...selanjutnya
18-04-2018 | 23:22 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062