Terjaring Operasi Zebra , Belasan Pelanggar Dihukum Sholat Ghoib Untuk Korban Kecelakaan
Warga Ngawi Sukses Kembangkan Kerupuk Kopi
Ormas Kepemudaan Bagikan Nasi Bungkus dan Masker di Hari Sumpah Pemuda
Viral, Pengajian Yang Memojokan Dua Pasangan Calon Bupati Sidoarjo
Dinkes Ponorogo Lakukan Tracking ke Seluruh Pegawai PLN
Merasa Dicemarkan Nama Baik, Warga Ponorogo Lapor ke Polisi
Gelapkan Aset Desa, Mantan Kades Ditahan
Dump Truk Terperosok Saat Uji Coba Jembatan Tlaji
Pejuang Kemanusiaan Peringati Maulid Nabi Dengan Protokol Kesehatan
Viral Balap Truk di Wisata Pantai Tuban, Bahayakan Wisatawan
8 Pengacara Dampingi Sugi Nur Untuk Penangguhan Penahanan
Diguyur Hujan Deras Semalam, Sejumlah Rumah di Pacitan Tertimpa Longsor
Dewan Soroti Rusun Pandugo, Pemberian Kunci Dipolitisir
Warga Menolak Janazah Cucu Pengikut Aliran Syiah Dikubur di Desanya
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen



Peristiwa
TKI Meninggal di Atas Pesawat Diduga Karena Dehidrasi
Selasa, 19-05-2020 | 17:55 wib
Reporter : Mohammad Amin
Gresik pojokpitu.com  Seorang TKI asal Panceng Gresik, meninggal di atas pesawat penerbangan dari Malaysia menuju Juanda, Sidoarjo. Korban diduga karena kehabisan tenaga sebab sebelum naik pesawat sempat berkali - kali buang air besar, di ruang tunggu bandara di Malaysia.
Mohammad Syafii Bin Abdul, TKI dari Malaysia, yang meninggal di atas pesawat penumpang Malaysia Airlines MH871 saat penerbangan dari Kuala Lumpur tujuan Surabaya. Korban berasal dari Desa Ketanen, Panceng, Gresik.

Pada awalnya, korban hendak pulang pada tanggal 16 Mei, tapi tiba - tiba diundur ke tanggal 18 Mei. Korban setiap bulan puasa selalu pulang kampung, untuk berhari raya dengan istri dan cucunya yang ada di kampung halaman di Panceng, Gresik.

"Berdasarkan informasi dari anak korban yang juga ikut dalam satu pesawat tersebut, bahwa korban saat berada di ruang tunggu bandara di Malaysia, korban berkali - kali buang air besar sehingga badannya lemas. Korban duduk di dereran kursi belakang. Anak korban yang bernama Syafaul Huda, yang pertama kali mengetahui korban meninggal," tutur Mat Rofik, Kades Ketanen Panceng Gresik.

Saat itu, pesawat sudah hendak mendarat di Bandara Juanda, tapi ketika korban diberi tahu, ternyata korban diam tak memberikan respon apapan alias sudah meninggal dunia dalam kondisi tetap duduk dan memakai masker. Anak korban langsung memberitahu pramugari .

Setelah pesawat mendarat, pukul 4 sore kemarin, jenazah masuk ambulance untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim dengan menggunakan ambulance KKP Kelas 1 Surabaya dan jam 11 malam korban langsung dimakamkan di pemakaman umum yang ada di desa setempat.


Berita Terkait

Peristiwa
Kedatangan Jenazah TKI Disambut Isak Tangis Keluarga
05-10-2019 | 13:42 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062