Angka Positif Covid Masih Tinggi, Perbatasan Surabaya Gresik Masih Longgar
Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan



Opini
Mr D Goreskan Sketsa Gerak Metamorfosis Para Begawan Media
Rabu, 20-05-2020 | 12:03 wib
Reporter : MR D
MR D, pegiat seni dan teknologi musik
Surabaya pojokpitu.com  Perupa sketsa hitam putih Doddy Hernanto atau lebih dikenal dengan Mr D kembali menghadirkan sebuah karya hitam putih yang menggoda imajinasi. Sebab, tidak sekadar goresan sketsa semata, setiap lukisan dibekali visualisasi teknologi.

Bertajuk "Metamorfosis", lukisan gerak ini menampilkan tiga begawan media. Pendiri Kompas Jakob Oetama, mantan Bos Jawa Pos Dahlan Iskan dan Founder TIMES Indonesia Khoirul Anwar.

Bukan tanpa alasan Mr D menggores sketsa Khoirul Anwar di antara dua begawan media. Paduan spirit dua media terbesar yang merajai perusahaan berita di Indonesia itu, kini menjadi semangat TIMES Indonesia untuk berkibar di tengah pesatnya media berbasis teknologi.

"Sejauh ini saya mengamati media TIMES Indonesia itu dibangun dengan menggabungkan semangat Jacob Oetama  dan Dahlan Iskan," tutur Mr D, Senin (18/5/2020).

Nampak tiga orang pegiat media ini menampilkan seulas senyum secara bergantian. Senyum Jakob Oetama, Dahlan Iskan dan Khoirul Anwar silih berganti dalam kecanggihan seni berbasis teknologi.

"Ada spirit mereka di TIMES Indonesia. Jadi secara spiritualistik seni, Kompas plus Jawa Pos sama dengan TIMES Indonesia," sambungnya.

Bagi Mr D, teknologi adalah tools untuk mempermudah kerja. Sebab dalam dunia seni harus ada kekinian dan dinamisasi.

"Content is the king. Sketsa bergerak itu dinamis," ungkapnya.

Sementara itu, Kurator Seni Rupa Asri Nugroho memiliki pandangan tersendiri. Menurut Asri, Mr D selalu mempunyai kegelisahan tanpa henti untuk melakukan perubahan sesuai impiannya.

"Dalam kehidupan sehari-harinya pokoknya dia harus berbeda dengan pelukis lain. Di sini sudah terasa kalau perjuangan mencari hal-hal baru dengan keyakinan yang penuh keberanian untuk masuk sampai di dunia kekinian," terang Asri.

Latar belakang hitam selalu identik dalam tiap sketsa serta unsur aplikasi digital untuk memudahkan penikmat karyanya larut dalam sketsa hidup tanpa batas.

"Sehingga bagi pemirsa lebih mudah untuk mengapresiasinya," jelas pelukis kawak tersebut.

Selain itu, Mr D juga selalu haus belajar di arena informasi yang saat ini terlalu sulit untuk ditebak. Perubahan bentuk pemikiran terserap merefleksikan karya-karyanya. Berani mempelajari informasi baru yang berkembang saat ini.

"Mr D adalah seorang pelukis yang selalu mempersiapkan diri untuk mengisi sebuah lembaran baru," tuntasnya. (PUL)



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062