Angka Positif Covid Masih Tinggi, Perbatasan Surabaya Gresik Masih Longgar
Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan



Hukum
Dilecehkan di Akun FB, Perawat Probolinggo Lapor Polisi
Rabu, 20-05-2020 | 14:10 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com  Dilecehkan oleh pemilik akun facebook sekaligus peserta karantina desa covid 19, sejumlah perawat di Kabupaten Probolinggo pada Rabu (20/5) siang melapork ke kantor polisi setempat. Dengan tuduhan ujaran kebencian di media sosial.
Anggota persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo mendatangi kantor Polres Probolinggo Kota, untuk melaporkan pemilik akun facebook atas nama Cong Gion. Dengan tuduhan pelecehan profesi perawat. Dalam facebook yang dikomentarinya, berisi perawat sok jadi pahlawan, bahkan ada kata-kata menghina profesi perawat.

Atas dasar itulah, sejumlah perawat melaporkan pemilik akun tersebut. Sebenarnya pemilik akun sudah meminta maaf melalui unggahan status, hanya saja proses hukum tetap berlanjut.

Menurut Sugianto, wakil ketua PPNI Kabupaten Probolinggo, pemilik akun facebook atas nama Cong Gion atau di KTP bernama Sugiono. Daat ini tengah melakukan karantina di Balai Desa Muneng Kecamatan Sumberasih. Entah apa yang mendasari yang bersangkutan sampai komentar tidak pantas ke perawat.

Sementara itu menurut AKP Heri Sugiono, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, pihaknya memeriksa saksi-saksi dan akan berkoordinasi dengan ahli IT dan ahli tata bahasa.

"Jika terbukti bersalah yang bersangkutan dijerat undang-undang informasi transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Akp Heri.

Petugas berharap warga lebih bijak lagi dalam bermedia sosial dan berfikir beberapa kali dalam mengunggah status atau yang lainnya. (pul)


Berita Terkait

Kesehatan
Para Medis Sangat Rentan Menjadi Pasien Covid 19
21-05-2020 | 10:37 wib

Covid-19
Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akib...selanjutnya
21-05-2020 | 06:23 wib

Covid-19
Perawat RSU Dr Soewandhi Meninggal Dunia Akibat Covid 19
20-05-2020 | 17:25 wib

Hukum
Dilecehkan di Akun FB, Perawat Probolinggo Lapor Polisi
20-05-2020 | 14:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062