Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Gelapkan Mobil
Ombak Dengan Ketinggian Hampir 3 Meter Menerjang Kawasan Pantai Malang Selatan



Teknologi
Ilmu Falak Di Pondok Pesantren, Begini Caranya
Kamis, 21-05-2020 | 00:04 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Pesantren, identik dengan pendidikan tradisional yang mendalami agama, alquran-hadist hingga kitab kuning. Di Kabupaten Tuban, sebuah pesantren salaf juga mengajarkan ilmu falak, atau ilmu yang mempelajari tentang pergerakan benda langit, agar dapat mengetahui waktu sholat, idul fitri hingga arah kiblat.
Di Pondok Pesantren Nurussalam Walisongo, yang ada diperbukitan Gomang, Desa Lajolor, Kecamatan Singgahan, Tuban mengajarkan ilmu falak. Ilmu yang mempelajari tentang pergerakan benda langit. Untuk dapat mengetahui waktu sholat, idul fitri hingga arah kiblat. Pada bulan ramadhan, santri disini mendapatkan pelajaran ilmu falak, salah satunya untuk menentukan arah kiblat.

Kali ini, pemateri M. Ihtirozun Niam, seorang dosen ilmu falak di IAIN Walisongo Semarang. Para santri terlihat antusias dan mendengarkan materi-materi yang disampaikan. Mulai dari belajar teori segitiga bola dan trigonometri, hingga metode yang berkembang untuk menentukan kiblat. Selain itu, para santri juga diajari untuk praktik langsung di lapangan, agar lebih paham tentang ilmu falak yang diajarkan.

Menurut M Ihtirozun Niam, belajar ilmu falak tidaklah sulit dan tidak perlu menggunakan alat mahal. Pasalnya, kesulitan tersebut bisa disiasati dengan penggunaan alat yang telah diciptakan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu. "Salah satunya alat diberi nama al- murobba. Alat ini berbentuk persegi dan berfungsi sebagai metode untuk mengukur waktu sholat, arah kiblat dengan lebih murah dan efisien," kata M Ihtirozun Niam.

Dengan pelajaran ilmu falak selama bulan ramadhan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan khazanah keilmuan para santri pondok pesantren. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062