Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita



Covid-19
Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akibat Covid-19
Kamis, 21-05-2020 | 06:23 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com  Seorang perawat dan dokter di Surabaya kembali menjadi korban dari virus corona. Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur menyebut, meninggalnya tenaga kesehatan lantaran saat merawat pasien tidak mengenakan APD yang memadai, sehingga mudah tertular.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Dr Joni Wahyuhadi, Sp.BS(K) menyebut, banyak tenaga kesehatan yang tertular pasien covid-19, akibat tidak mengenakan APD lengkap dan sesuai standar.

"Bahkan seringkali tenaga kesehatan tidak mengenakan masker meskipun tengah merawat pasien di ruangan non isolasi. Padahal, masa pandemi saat ini, siapapun khususnya nakes wajib waspada pada pasien, terlebih lagi jika pasien merupakan orang tanpa gejala," ungkapnya.

Dokter Joni menyebut, meninggalnya perawat RSUD Dr Soewandi Surabaya, Suhartatik dan beberapa almarhum perawat sebelumnya lantaran saat merawat pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) tidak mengenakan APD sesuai standar. Akibatnya, perawat menjadi sangat rentan terkena covid-19.

Sementara itu, Ketua IDI Jatim Dokter Sutrisno menyebut, Dokter Boedhi Harsono yang meninggal dunia, pada Senin malam, merupakan dokter ketiga di bawah IDI Jatim yang meninggal dunia akibat tertular covid-19.

Dokter Boedhi sebelumnya memiliki riwayat penyakit lain yang memperberat kondisi kesehatannya. Sehingga kekebalannya  terus menurun sampai meninggal dunia. Saat ini, istri almarhum Dokter Boedhi, Dokter Theresia Muktiwidjoyo juga tengah kritis akibat tertular covid-19,dan saat ini juga membutuhkan bantuan alat napas ventilator.(end/VD:YAN)


Berita Terkait

Kesehatan
Para Medis Sangat Rentan Menjadi Pasien Covid 19
21-05-2020 | 10:37 wib

Covid-19
Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akib...selanjutnya
21-05-2020 | 06:23 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062