Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba



Tapal Kuda Dan Madura
Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Kamis, 21-05-2020 | 11:33 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Akibat cuaca buruk ini, tali seling pengait kapal ke dermaga terputus setelah dihantam ombak. Sehingga membuat ratusan kendaraan tertahan di halaman parkir pelabuhan. Foto Handoko
Banyuwangi pojokpitu.com  Akibat hujan lebat, dan tingginya gelombang di kawasan perairan selat bali, membuat pihak otoritas pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, memberlakukan sistem buka tutup pelayaran pada Rabu (20/5) malam. Penutupan pelabuhan selama satu jam lebih lantaran terbatasnya jarak pandang serta sulitnya kapal bersandar di dermaga saat gelombang tinggi melanda.
Puluhan kendaraan di dalam kapal pun tertahan tak bisa turun dari kapal lantaran ramdor kapal tak bisa sejajar dengan dermaga yang ada di pelabuhan karena tingginya gelombang. Cuaca ekstrim ini juga membuat tali seling KMP Agung Wilis terputus saat kapal akan sandar di dermaga ASDP Ketapang karena dihantam ombak.

Beruntung insiden terputusnya tali seling ini berhasil dikendalikan oleh nahkoda kapal. Pihak kesyahbandaran pelabuhan langsung meminta nahkoda kapal untuk menunda jadwal sandar kapal hingga kondisi gelombang kembali stabil.

Akibat dari penutupan pelabuhan ini, ratusan kendaraan yang hendak menyeberang ke pulau bali tertahan di halaman parkir pelabuhan. Mayoritas, antrean yang didominasi kendaraan angkutan logistik tujuan berbagai daerah di Pulau Bali. Mereka sudah mengantre di dalam pelabuhan selama 1 jam lebih lamanya. Dari catatan pihak kesyahbandaran pelabuhan, penutupan jasa layanan kapal di pelabuhan ini diberlakukan sejak pukul 19.40 Wib hingga pukul 20.50 Wib.
 
Menurut Dwi Jaya, perwira jaga syahbandar Ketapang, selain karena curah hujan yang cukup tinggi, besarnya gelombang pantai menjadi pertimbangan pihak otoritas pelabuhan menutup jasa layanan kapal. Tercatat, saat air pasang terjadi, gelombang pantai di sekitar dermaga pelabuhan mencapai tinggi hingga 1,5 meter. "Karena dirasa membahayakan, maka pihak pelabuhan menutup sementara jasa layanan kapal hingga hujan dan gelombang kembali mereda," kata Dwi Jaya.

Cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan perairan selat Bali diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Hujan deras disertai tingginya gelombang masih berpotensi terjadi di peralihan musim ini.

Pihak otoritas pelabuhan mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk berhati-hati, dan terus mematuhi instruksi agar tak sampai menimbulkan insiden kecelakaan laut di perairan selat bali. (pul/VD:YAN)


Berita Terkait

Peristiwa
Lumajang Diterjang Cuaca Buruk
14-03-2020 | 11:46 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Angin Sangat Kencang, Petani Rumput Laut Rugi Besar
14-09-2019 | 15:26 wib

Peristiwa
Cuaca Buruk Landa Laut Utara Tuban, Tangkapan Nelayan Ikan M...selanjutnya
15-06-2019 | 21:13 wib

Life Style
8 Kebiasaan Buruk bagi Kesehatan yang Harus Dihindari
18-03-2019 | 00:05 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062