Begini Ancaman Bupati Tuban Bagi Yang Melanggar Tak Pakai Masker
Pasien Positif Bertambah 4,Tiga Diantaranya Tertular Pasien Sebelumnya
Puluhan Warung dan Gudang Lobster Rusak Parah Diterjang Banjir Rob
Polisi Gagalkan Balon Udara yang Diterbangkan Warga
Diduga Terpeleset, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Telaga
Ratusan Karyawan Swalayan dan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test
Seorang Satpam Bank Jatim Unit Dolopo Positif Corona
20 Kasus Covid-19 Baru Didominasi Klaster Pasar
Banjir Rob di Pantai Blitar, Air Laut Masuk Rumah
Empat Orang Klaster Goa Reaktif Rapid Test
Aparat Tetap Tindak Pelanggar Transisi New Normal Life
Gubernur Restui New Normal Life di Malang Raya
Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Kontrol dengan 5 Cara ini
Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat



Pendidikan
Polemik Pengelolaan Masjid Sunan Ampel Berujung Penyegelan Kampus Stibada Masa
Kamis, 21-05-2020 | 19:00 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com  Polemik pengelolaan kawasan religi Masjid Sunan Ampel Surabaya, berujung dengan penyegelan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah (Stibada Masa) oleh oknum yang mengaku sebagai pengurus sah Masjid Ampel. Atas penyerobotan ini, pihak yayasan Masjid Agung Sunan Ampel akan menempuh jalur hukum.
Aksi penyegelan paksa kampus Stibada Masa, diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pengurus sah, Masjid Sunan Ampel. Kampus tersebut ditutup setelah terjadi adanya polemik antara pengurus yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dengan pengurus baru yang mengaku sebagai yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja.

Ahmad Hifni, pengawas yayasan dan direktur Stibada Masjid Agung Sunan Ampel , menjelaskan, untuk menyelamatkan aset-aset dari oknum yang ingin menguasai kawasan religi masjid sunan ampel, sejumlah pengurus yayasan Masjid Agung Sunan Ampel akhirnya menggambil langka hukum.

Karena selama ini memang ada dua pengelola yang mengurusi seluruh operasional Masjid Sunan Ampel, dan terjadi sejak tahun 2016 lalu. "Akan tetapi, tiba-tiba muncul yayasan baru pada 2019 yang ingin menyerobot atas pengelolaan Masjid Agung Sunan Ampel, hingga adanya penyegelan kampus Stibada Masa, pada rabu sore kemarin," jelas Ahmad Hifni.

Sementara itu, Bachrul Amiq, selaku kuasa hukum yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, menegaskan, setelah ini akan mendatangi pihak yayasan baru untuk melakukan islah. Namun apabila tidak menemui kata mufakat, terpaksa akan menempuh jalur hukum.

Pihak Stibada juga akan mengembalikan lagi kepada pihak yayasan dan para sesepuh untuk menyikapi kejadian ini, karena pada awalnya mendirikan Stibada selain untuk ikhtiar menambah income yayasan, juga sebagai wadah untuk meneruskan dakwah Sunan Ampel di bidang pendidikan. (yos)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062