Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan



Hukum
Penghina Perawat di Media Sosial Akhirnya Ditangkap
Jum'at, 22-05-2020 | 14:28 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com  Pelaku yang menghina perawat melalui komentar di media sosial facebook, akhirnya ditangkap tim buru sergap Satreskrim Polres Probolinggo Kota usai menjalani karantina selama 14 hari.
Sugiono (25) warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, harus bertanggung jawab atas perbuatannya menghina profesi perawat dalam komentar di media sosial facebook.
 
Usai menjalani karantina selama 14 hari di kantor desanya, yang bersangkutan akhirnya ditangkap tim buru sergap Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
 
Dengan wajah tertunduk lesu, Sugiono kuli bangunan yang bekerja di Sidoarjo ini, hanya bisa pasrah saat polisi menggelandangnya.
 
Dihadapan polisi, Sugiono sebelumnya nekat berkomentar tidak pantas yang ditujukan kepada perawat, karena kesal. Sebab saat pulang ke kampung halaman justru dihadiahi karantina selama 14 hari.
 
"Menyesal telah melakukan ujaran kebencian khususnya ke perawat, saya rela jika mendapatkan hukuman menjadi relawan covid 19 di Kabupaten Probolinggo," kata Sugiono.
 
Sementara itu menurut AKP Heri Sugiono, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli bahasa dan saksi ahli infornasi transaksi elektronik terkait masalah ini.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat undang-undang informasi transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo, melaporkan pemilik akun facebook bernama Cong Gion ke polisi dengan tuduhan ujaran kebencian dengan menghina profesi perawat di media sosial facebook. (pul)


Berita Terkait

Kesehatan
Para Medis Sangat Rentan Menjadi Pasien Covid 19
21-05-2020 | 10:37 wib

Covid-19
Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akib...selanjutnya
21-05-2020 | 06:23 wib

Covid-19
Perawat RSU Dr Soewandhi Meninggal Dunia Akibat Covid 19
20-05-2020 | 17:25 wib

Metropolis
Keluarga Perawat Ari Puspita Sari Jalani Rapid Test
19-05-2020 | 16:25 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062