Viral di IG, Anak Usir Orang Tua Sambil Diteriaki Maling
Kakek Meninggal Dunia Saat Memancing di Laut
Sambutan di KLB Gerindra, Jokowi Bicara Krisis saat Pandemi Covid-19
Akhirnya Gresik Masuk Zona Oranye Covid-19
Kakak Adik di Tuban Kompak 4 Kali Curi Motor
Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga



Mataraman
Tidak Masuk Bansos Pemerintah,Warga Urunan Santuni Warga Terdampak
Jum'at, 22-05-2020 | 23:06 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Pembagian paket sembako di Jombang nyaris dihentikan panitia. Pasalnya warga penerima bantuan hasil urunan warga tidak patuh jaga jarak aman. Paket sembako tersebut di himpun dari sumbangan warga dan perangkat desa agar untuk warga terdampak yang tidak mendapat program bantuan dari pemerintah. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com   Sebanyak 300 warga terdampak covid-19 memenuhi gedung pertemuan Desa Ngoro Kecamatan Ngoro, Jombang. Mereka menunggu antrean mendapatkan pembagian paket sembako. Warga terus bergerombol dan merangsek ke meja petugas yang membagi.
Aparat keamanan, tokoh masyarakat dan perangkat desa berusaha menenangkan warga agar tidak bergerombol dan tetap menjaga jarak.  Warga juga diminta tidak berdesakan maju ke meja patugas. sebab seluruh warga yang telah mendapatkan nomer urut dipastikan mendapatkan pembagian.

Linda salah satu penerima mengaku, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Suaminya yang bekerja sebagai servis hp juga sepi pesanan. Sehingga paket sembako berisi beras, minyak, gula, biskuit dan mie instant  yang diterimanya  sangat membantu meringankan beban saat pandemi corona.

Sementara itu Edi Wijaya Kades Ngoro menjelaskan sembako yang dibagikan kepada warga, dihimpun dari sumbangan  warga desa Ngoro yang  mampu. Sedangkan penerima bantuan khusus warga yang tidak masuk dalam daftar penerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

Pembagian paket sembako rencananya bukan hanya sekali saja melainkan berkelanjutan. Sebab dana yang dihimpun dari para dermawan kini jumlahnya cukup besar. (pul)






Berita Terkait

Peristiwa
Tidak Masuk Bansos Pemerintah,Warga Urunan Santuni Warga Ter...selanjutnya
22-05-2020 | 23:06 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062