Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan



Politik
Imbas Muncul 75 Kasus Covid 19, Akhirnya Sholat Idul Fitri Ditiadakan
Sabtu, 23-05-2020 | 01:08 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo, meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan. Hal ini karena banyaknya orang tanpa gejala terindikasi terpapar covid 19 masih berkeliaran. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com  Setelah melalui rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah, Ormas Islam dan MUI setempat, di pendopo Kabupaten Probolinggo pada Jumat (22/5) siang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil keputusan terkait pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah.
Sebelumnya Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari memutuskan tetap menggelar sholat idul fitri di semua kecamatan, asal dengan protokol kesehatan covid 19. Mulai jaga jarak pakai masker dan lain sebagainya. Namun dengan pertimbangan banyak orang terpapar virus corona mencapai 75 orang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo memutuskan meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan.

"Kami menyarankan agar warga melakukan sholat idul fitri dari rumah masing-masing, dengan pertimbangan keselamatan jiwa," kata Puput Tantriana Sari.

Ada tiga alasan meniadakan sholat idul fitri ini, diantaranya trend penularan covid 19 masih sangat tinggi, keselamatan manusia menurut syariat Islam lebih diutamakan dan yang terakhir guna memutus rantai penularan virus.

Menurut Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, seruan ini ditujukan kepada seluruh camat, kepala desa, lurah badan pengelola masjid dan mushola. Jika ada 6 kecamatan masih zona hijau, namun bukan jaminan bebas paparan virus corona.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, jumlah orang dalam pemantauan mencapai 451 orang, pasien dalam pengawasan 56 orang dan 75 orang positif virus corona. (pul)


Berita Terkait

Malang Raya
PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied
24-05-2020 | 15:00 wib

Metropolis
Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan P...selanjutnya
24-05-2020 | 13:27 wib

Peristiwa
Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan S...selanjutnya
23-05-2020 | 13:46 wib

Peristiwa
Ratusan Jamaah Salafiah di Magetan Shalat Idul Fitri Hari In...selanjutnya
23-05-2020 | 12:15 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062