Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha



Metropolis
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Sabtu, 23-05-2020 | 07:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim
Surabaya pojokpitu.com  Kapolda Jatim, Irjen. Pol Muhammad Fadil Imran, marah besar kepada jajarannya yang tidak serius saat mengikuti rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh bersama Walikota Surabaya. Bahkan, saat pemaparan Kapolda secara tegas menegur dan langsung mencopot jabatan salah satu oknum Kapolsek yang sedang tertidur waktu rapat.
Berita Video : Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim terlihat marah besar, ketika mengetahui salah seorang oknum Kapolsek diduga tertidur saat melakukan pemaparan program kampung tangguh dengan Walikota Surabaya, di ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Bahkan Kapolda yang geram dengan kelakuan anak buahnya, secara tegas langsung menegur dan mencopot oknum Kapolsek tersebut dari jabatannya, karena dianggap tidak serius saat ikut rapat dalam penanganan covid-19 di Kota Surabaya.

Rakor pembentukan kampung tangguh ini juga diikuti Pangdam V Brawijaya bersama seluruh Kapolsek, Danramil dan camat se-Surabaya, bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak covid-19 di perkampungan di Surabaya. Mulai warga yang belum dapat bantuan, hingga warga yang memiliki gejala covid untuk segera ditangani.

"Untuk program kampung tangguh ini, seluruh elemen wajib bergerak, mulai babinsa, babinkamtibmas dan camat hingga di tingkat lurah, RT - RW untuk melaporkan ditemukan di lapangan," kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Berdasarkan data sebaran covid-19, Kota Surabaya mengalami penambahan kasus positif baru sebanyak 311 orang pada tanggal 21 Mei 2020, dengan kumulatif kasus positif covid-19 sebanyak 1.566 kasus, dimana 1.253 orang masih dalam perawatan. Sedangkan untuk kasus meninggal dunia ada 156 kasus, dan sembuh tercatat 157 orang.(end/VD:YAN)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062