Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
Kedua Orang Tua Bocah Tewas Terpanggang Dalam Mobil Belum Terima Surat Pemeriksaan
Jokowi Berikan Insentif Modal Kerja ke Petani dan Nelayan
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Gelapkan Mobil
Ombak Dengan Ketinggian Hampir 3 Meter Menerjang Kawasan Pantai Malang Selatan



Metropolis
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Sabtu, 23-05-2020 | 07:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim
Surabaya pojokpitu.com  Kapolda Jatim, Irjen. Pol Muhammad Fadil Imran, marah besar kepada jajarannya yang tidak serius saat mengikuti rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh bersama Walikota Surabaya. Bahkan, saat pemaparan Kapolda secara tegas menegur dan langsung mencopot jabatan salah satu oknum Kapolsek yang sedang tertidur waktu rapat.
Berita Video : Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim terlihat marah besar, ketika mengetahui salah seorang oknum Kapolsek diduga tertidur saat melakukan pemaparan program kampung tangguh dengan Walikota Surabaya, di ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Bahkan Kapolda yang geram dengan kelakuan anak buahnya, secara tegas langsung menegur dan mencopot oknum Kapolsek tersebut dari jabatannya, karena dianggap tidak serius saat ikut rapat dalam penanganan covid-19 di Kota Surabaya.

Rakor pembentukan kampung tangguh ini juga diikuti Pangdam V Brawijaya bersama seluruh Kapolsek, Danramil dan camat se-Surabaya, bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak covid-19 di perkampungan di Surabaya. Mulai warga yang belum dapat bantuan, hingga warga yang memiliki gejala covid untuk segera ditangani.

"Untuk program kampung tangguh ini, seluruh elemen wajib bergerak, mulai babinsa, babinkamtibmas dan camat hingga di tingkat lurah, RT - RW untuk melaporkan ditemukan di lapangan," kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Berdasarkan data sebaran covid-19, Kota Surabaya mengalami penambahan kasus positif baru sebanyak 311 orang pada tanggal 21 Mei 2020, dengan kumulatif kasus positif covid-19 sebanyak 1.566 kasus, dimana 1.253 orang masih dalam perawatan. Sedangkan untuk kasus meninggal dunia ada 156 kasus, dan sembuh tercatat 157 orang.(end/VD:YAN)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062