Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
Modal Pertemanan, Seorang Ibu Harus Tebus Sertifikatnya Sendiri Rp 350 Juta
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Walikota Waspadai Klaster Baru, Imbau Warga Disiplin Prokes
Jatuh Bangun Para Seniman dan Komedian di Tengah Pandemi
Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Khofifah Bagikan Bantuan Kesehatan, Uang Tunai dan Sembako untuk Bakorwil V
Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Gas Lpg 3 Kg
DPRD Desak In Lounge Pub dan Karaoke Ditutup Total
Pengenaan Denda Perdana Banyak Warga Kaget dan Tidak Siap Uang Denda
Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jembatan Penghubung Magetan-Ponorogo Mulai Diperbaiki
Dewan Desak Pemerintah Daerah Keluarkan Aturan Tegas Terkait Jebakan Tikus



Metropolis
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Sabtu, 23-05-2020 | 07:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim
Surabaya pojokpitu.com  Kapolda Jatim, Irjen. Pol Muhammad Fadil Imran, marah besar kepada jajarannya yang tidak serius saat mengikuti rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh bersama Walikota Surabaya. Bahkan, saat pemaparan Kapolda secara tegas menegur dan langsung mencopot jabatan salah satu oknum Kapolsek yang sedang tertidur waktu rapat.
Berita Video : Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim terlihat marah besar, ketika mengetahui salah seorang oknum Kapolsek diduga tertidur saat melakukan pemaparan program kampung tangguh dengan Walikota Surabaya, di ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Bahkan Kapolda yang geram dengan kelakuan anak buahnya, secara tegas langsung menegur dan mencopot oknum Kapolsek tersebut dari jabatannya, karena dianggap tidak serius saat ikut rapat dalam penanganan covid-19 di Kota Surabaya.

Rakor pembentukan kampung tangguh ini juga diikuti Pangdam V Brawijaya bersama seluruh Kapolsek, Danramil dan camat se-Surabaya, bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak covid-19 di perkampungan di Surabaya. Mulai warga yang belum dapat bantuan, hingga warga yang memiliki gejala covid untuk segera ditangani.

"Untuk program kampung tangguh ini, seluruh elemen wajib bergerak, mulai babinsa, babinkamtibmas dan camat hingga di tingkat lurah, RT - RW untuk melaporkan ditemukan di lapangan," kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Berdasarkan data sebaran covid-19, Kota Surabaya mengalami penambahan kasus positif baru sebanyak 311 orang pada tanggal 21 Mei 2020, dengan kumulatif kasus positif covid-19 sebanyak 1.566 kasus, dimana 1.253 orang masih dalam perawatan. Sedangkan untuk kasus meninggal dunia ada 156 kasus, dan sembuh tercatat 157 orang.(end/VD:YAN)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062