Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid



Marhaban Ya Ramadhan
Gus Amik : Tak Ada yang Kebetulan, Pandemi Covid-19 Ujian Allah
Minggu, 24-05-2020 | 11:08 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com  Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia menjadi ujian paling berat bagi umat islam dunia saat ini. Apalagi virus corona ini menjadi pandemi dikala umat islam menjalani ibadah wajib berupa puasa Ramadhan.
Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan Miratul Mukminin (Gus Amik) dalam khotbah Idul Fitri 1441 H di Masjid Muttaqie secara terbatas internal keluarga dan pengurus dengan protokol covid, tidak berdekatan dan mengunakan masker, pada minggu pagi 24 Mei ini mengatakan, bahwa tidak ada yang kebetulan semua yang terjadi di dunia. Jangankan wabah penyakit, daun yang gugur sudah atas seizin allah.  

"Artinya, sesuatu yang terjadi yang menimpa makhluknya tentu atas izin Allah. Bagi hamba Allah yang beriman dan bertakwa sikap kita ketika menghadapi wabah penyakit adalah, pertama teguhkan iman dan ketakwaan kita, mohon pertolongan kepada Allah, karena akhirnya Allahlah yang mengeluarkan kita dari wabah penyakit. Ingatlah bahwa Allah menguji hambanya diukur dengan kemampuan kita," ujarnya.

Kedua, lanjut Gus Amik, manusia tidak boleh takut terhadap pandemi covid-19, tetapi jangan merasa takabbur atau sombong. Karena Allah tidak menyukai hambanya yang takabbur. Ketiga, sebagai hamba harus terus berikhtiar. Dengan ikhtiar atau usaha dengan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, maka niscaya akan terbebas dari pandemi covid-19.

"Tiga sikap ini harus kita ikuti agar terbebas dari semua wabah penyakit, terutama pandemi covid-19 yang meninpa kita," terangnya.

Lebih lanjut, Gus Amik bersyukur kepada Allah karena diberi kemudahan dan pertolongan bisa menjalankan ibadah puasa dan sholat idul fitri 1441 hijriyah. Memang, suasana ramadhon tahun ini secara lahiriah berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi secara bathiniyah tidak ada yang berbeda. 

"Kewajiban puasa tahun ini secara fisik ada pembatasan-pembatasan, karena kondisi yang tidak memungkinkan, tetapi secara bathiniyah tidak akan pernah mengurangi kekhidmatan dan kekhusyuan kita menjalankan ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah," jelasnya.

Sebulan penuh umat islam berpuasa, kata Gus Amik yang juga Ketua Tim Pemenangan Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin ini, agar menjadi hamba Allah yang muttaqien. Berdasarkan surat Ali Imran ayat 134 ciri orang bertakwa adalah bersedekah dikala luang dan sempit. Kedua menahan amarah, ketiga memberi maaf, keempat segera mengingat Allah jika berbuat salah, kelima senantiasa istighfar dan bertaubat, keenam tidak larut dalam berbuat dosa.

"Buah dari takwa adalah kita berharap bisa memiliki sifat orang-orang bertakwa. Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang muttaqien," doanya.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062