Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Selasa, 11-08-2020 | 17:10 wib
Suasana kampung dolanan yang berada di kawasan perlintasan kereta api, jalan Kenjeran Surabaya. Foto Yus
pojokpitu.com  Rublik Konsultasi Pengembangan Diri pojokpitu.com untuk memberikan pelayanan bantuan bagi semua orang yang membutuhkan solusi. Terutama untuk pengembangan kepribadian serta dampak psikologis lain, akibat peristiwa kekerasan, konflik, bencana alam, dampak penyakit dan pengalaman traumatis. Rublik Konsultasi Pengembangan Diri ini terbuka, materi kasus/naskah dikirim melalui email pojokpitu@yahoo.com.
Pertanyaan,

Sebenarnya lebih baik mana, permainan tradisional seperti engklek, petak umpet, dakon dan lain-lain. Atau permainan di laptop atau HP ? yang katanya melatih otak juga. ini untuk anak usia SD.

Surabaya, 8 Agustus 2020
Endang


Jawaban,

Saya teringat akan teori perkembangan Erik Erikson pada usia 6-12 tahun dimana perkembangan anak usia ini merupakan tahapan laten. Dimana anak diminta untuk bekerja keras memperluas area sosialnya seperti teman sekolahnya sehingga memerlukan perhatian baik dari guru maupun ortunya. Disini anak diajak untuk bekerja keras mengembangkan keinginan atau imajinasinya menjadi nyata.

Anak dididik untuk percaya diri dalam mewujudkan impiannya. Dalam permainan tradisional seperti engklek, congklak/dakon, petak umpet dan lain sebagainya anak bisa merasakan secara nyata yang dinamakan kemenangan/keberhasilan saat bermain bersama teman temannya. Dukungan guru dan ortu sangat diperlukan agar anak merasa percaya diri saat mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sehingga dari sini anak belajar yang namanya rasa percaya diri. Disisi lain permainan/game di laptop memang bisa melatih otak anak tetapi secara individu. Disini justru anak dilatih untuk mengembangkan keinginan pribadi dengan ego. Karena kemenangan yang diperoleh anak dalam permainan dapat memuaskan keinginan anak namun anak tidak belajar bagaimana mereka bersama-sama secara sosial.

Jadi kemenangan yang didapat hanya sebatas kemenangan pribadi tanpa ada penghargaan dari teman-teman sebayanya. Sehingga ditakutkan anak justru akan menarik diri dari teman-teman sebayanya, dikarenakan tidak dibiasakan berinteraksi secara sosial. Sehingga pada tahap ini adalah tahapan kepercayaan diri vs menarik diri/inferioritas. Dukungan orang tua dan guru sangat penting pada tahapan ini untuk menjadikan seperti apa anak ini kedepannya. So, biarkan anak belajar untuk mengeksplore dan bersosialisasi seluas-luasnya dengan teman sebayanya. Hingga anak mampu untuk mewujudkan imajinasinya menjadi nyata. Sukses ditahapan ini untuk menuju tahapan selanjutnya.

Narasumber: Rusmalia Dewi, M.Si., Psikolog





Berita Terkait

Konsultasi Psikologi
Bingung Pilih Antara PNS atau Pengusaha
29-08-2020 | 15:26 wib

Konsultasi Psikologi
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
13-08-2020 | 11:15 wib

Konsultasi Psikologi
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
13-08-2020 | 03:13 wib

Konsultasi Psikologi
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
12-08-2020 | 09:24 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062